Dalam kerja sama tersebut, Hesai akan menyuplai sensor lidar FTX berbasis solid-state untuk meningkatkan sistem persepsi keselamatan pada motor listrik.
Sensor ini akan pertama kali disematkan pada model terbaru Niu, yakni Niu NXT2. Selain itu, model motor listrik performa tinggi Niu NX2 juga akan menggunakan teknologi serupa.
Pengumuman ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran produk baru Niu untuk 2026, termasuk sistem operasi berbasis kecerdasan buatan bernama NIU AIOS. Spesifikasi Lidar dan Fungsi Keselamatan Hesai menyebut lidar FTX memiliki sudut pandang hingga 180° × 140°, yang memungkinkan deteksi pejalan kaki, kendaraan, serta kondisi jalan dalam berbagai cuaca. Sensor ini juga memiliki resolusi lebih dari dua kali generasi sebelumnya, dengan bobot yang lebih ringan hingga 66%. Baca Juga:
One Way di Jalan Tol Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Dimulai
Lidar tersebut dirancang untuk mendeteksi blind spot dan objek jarak dekat, termasuk rintangan rendah yang sering menjadi risiko di jalan perkotaan yang padat.
Dalam sistem persepsi 360 derajat milik Niu, lidar FTX akan bekerja bersama chip komputasi pintar Sunrise series dari D-Robotics.
CEO Niu, Li Yan, menyatakan lalu lintas perkotaan yang semakin kompleks menuntut sistem keselamatan yang lebih canggih.
Sedangkan CEO Hesai, Li Yifan, menilai kolaborasi ini menjadi standar baru dalam pengembangan kendaraan roda dua yang lebih aman dan cerdas. Harga Lidar Turun Drastis, Jadi Kunci Ekspansi Salah satu faktor utama adopsi lidar di motor listrik adalah penurunan biaya produksi secara signifikan. Baca Juga:
Waspadai 7 Penyebab Ban Belakang Motor Matic Geal-Geol
Hesai mengklaim harga lidar kini turun hingga sekitar 200 dolar AS berkat integrasi chip dan produksi massal. Angka ini turun drastis dibandingkan satu dekade lalu yang bisa mencapai lebih dari 300.000 yuan.
Penurunan harga tersebut membuka peluang penggunaan lidar di segmen kendaraan yang lebih terjangkau, termasuk motor listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





