HARIAN FAJAR, BULUKUMBA – Jembatan Garro’na yang berada di Borongganjeng, Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba yang Ambruk pada hari Lebaran Sabtu, 21 Maret lalu terbilang melumpuhkan akses ekonomi.
Sebab dengan ambruknya jembatan tersebut, warga antara Desa Garuntungan dan Desa Somba Palioi tidak bisa lagi melintas menggunakan kendaraan roda empat untuk ke luar Desa, apalagi ke Pasar yang ada di Borongrapoa untuk menjual hasil pertanian.
Melihat kondisi tersebut, Pengusaha Rumah Potong Kuda Kuda, H. Galo merasa prihatin dan bersedia berkontribusi terhadap perbaikan jembatan Garro’na yang berada di Borongganjeng Desa Garuntungan.
Melalui siaran langsungnya di akun Facebook “Hgalo Jualdagingkuda” ia menyatakan keprihatinannya, sebab jika jembatan tersebut terputus maka akses ekonomi terhambat.
Ia mencontohkan, jika Jembatan tersebut masih terputus, maka pisang yang ada di Garuntungan dan Somba Palioi tidak bisa dijual di pasar Borongrapoa.
Olehnya itu, dengan tegas dirinya menyatakan siap menyumbang sebanyak 100 Zak semen untuk perbaikan jembatan demi melancarkan akses ekonomi
“Kalau ada tokoh masyarakat yang bisa kerja jembatan itu, saya siap bantu semen sebanyak 100 zak,” ucapnya, Selasa malam, 24 Maret 2026.
Iapun mengajak masyarakat Desa Garuntungan dan Somba Palioi untuk patungan, setiap rumah menyumbangkan dananya sebesar Rp50.000.
“Kalau ada tokoh masyarakat antara Garuntungan dan Somba Palioi bisa mengumpulkan Rp50.000 setiap rumah, maka itu sudah melebihi dari ongkosnya,” bebernya.
Sekedar diketahui, pada 21 Maret lalu, Mobil Avanza putih jadi korban jembatan ambruk, tapi kabar baiknya, tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. (fad)




