JAKARTA, DISWAY.ID -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan para pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Jakarta agar memiliki keterampilan yang memadai.
Tanpa kemampuan yang jelas, pendatang berisiko kesulitan bertahan hidup dan justru menjadi beban bagi ibu kota.
Oleh karena itu, Pramono berpesan kepada para calon pendatang baru yang ingin mengadu nasib di Jakarta agar memiliki bekal keterampilan yang cukup.
BACA JUGA:Program ‘Mudik ke Jakarta’ Tembus Rp21 Triliun, Pariwisata dan Transportasi Publik Melonjak
BACA JUGA:Skema MBG saat Pembelajaran Online Belum Dibahas
"Enggak bisa orang kemudian datang tanpa mempunyai kemampuan apa pun dan (akan) menjadi beban," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026.
Pramono tidak ingin pernatau di Jakarta terlunta-lunta akibat gagal bersaing karena tak memiliki keterampilan yang mempuni.
Akibatnya untuk bertahan hidup di Ibu Kota mereka mengais rezeki dengan cara mengemis atau memulung.
"Dalam hal yang seperti itu pasti akan kami tertibkan," tegasnya.
Kendati demikian, Pramono Anung menegaskan pihaknya tidak akan menggelar operasi yustisi (penindakan hukum) bagi para pendatang baru.
BACA JUGA:Pria di Tangerang Ini Depresi Coba Bunuh Diri, Evakuasi Berjalan Dramatis
BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Terapkan 50 Persen WFA untuk ASN Usai Lebaran 2026, Ini Aturannya
Kata dia Jakarta sebagai Ibu Kota negara, terbuka bagi siapapun yang ingin mengadu nasib.
"Kami meminta bagi siapa pun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta, kami akan terima dengan senang hati," ucapnya.
Kesempatan sebelumnya Pramono mengatakan jika kehidupan di Ibu Kota tidak seindah yang dibayangkan.
- 1
- 2
- »





