Spesies baru dinosaurus raksaksa ditemukan di Brasil. Namanya Dasosaurus tocantinensis, fosilnya berhasil diidentifikasi oleh para ilmuwan yang mengestimasi tingginya seperti gedung sekolah 3 tingkat.
Penemuan ini tak hanya menambah daftar makhluk raksasa yang pernah mendiami Bumi, tapi juga menguak rahasia bagaimana benua-benua di dunia ini pernah menyatu jutaan tahun silam.
Deskripsi tentang spesies baru ini telah diterbitkan di Journal of Systematic Palaeontology. Lewat publikasi tersebut, Dasosaurus tocantinensis resmi dinobatkan sebagai salah satu dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di daratan Amerika Selatan.
Tulang paha raksasa sepanjang 1,5 meterSemuanya bermula secara tak sengaja pada 2021 silam. Saat itu, sedang ada proyek pekerjaan infrastruktur di dekat Davinopolis, Negara Bagian Maranhao, timur laut Brasil. Di tengah pengerukan, para pekerja justru menyingkap 'harta karun' prasejarah dari balik tanah merah.
Mendapat laporan temuan, tim ahli yang dipimpin oleh Elver Mayer dari Federal University of the Sao Francisco Valley langsung turun tangan melakukan ekskavasi.
Dalam proses penggalian yang direkam secara saksama, para paleontolog menemukan sisa-sisa tulang berukuran masif, salah satunya adalah tulang paha (femur) yang panjangnya saja mencapai 1,5 meter.
Dari ukuran tulang paha tersebut, para peneliti memperkirakan dinosaurus ini memiliki tubuh yang melar membentang atau setara dengan ukuran hingga 20 meter. Dasosaurus tocantinensisa adalah raksasa pemakan tumbuhan yang sangat besar.
"Seiring berjalannya ekskavasi selama beberapa hari, kami mulai melihat bukti dari tulang yang sangat besar itu, yaitu bagian femur," cerita Leonardo Kerber, ahli paleontologi dari Federal University of Santa Maria (UFSM) yang ikut dalam riset ini mengutip Reuters.
"Ini menunjukkan bahwa ia adalah dinosaurus yang sangat besar. Hari ini kita tahu bahwa Dasosaurus adalah salah satu dinosaurus terbesar yang pernah ditemukan di Brasil," lanjutnya.
Dalam dokumentasi video ekskavasi, terlihat perjuangan para ilmuwan menyikat tanah yang menempel secara perlahan. Mereka kemudian membalut tulang raksasa tersebut dengan lapisan gips tebal berwarna putih agar aman dan tidak hancur saat dipindahkan.
Fosil itu kemudian dibawa ke laboratorium untuk dipindai secara 3D (tiga dimensi) guna mempelajari detail struktur anatominya.
Menguak jalur darat purba lintas benuaAda temuan lain yang tak kalah mengejutkan dari sekadar ukurannya yang raksasa. Dasosaurus tocantinensis ternyata punya "saudara" jauh di Benua Biru.
Menurut hasil analisis UFSM, kerabat terdekat Dasosaurus yang diketahui para ilmuwan saat ini adalah Garumbatitan morellensis, dinosaurus yang fosilnya ditemukan di Spanyol.
Fakta kemiripan ini menjadi bukti kuat yang mendukung teori bahwa sekitar 120 juta tahun yang lalu, ada jalur darat yang menghubungkan Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa. Pada masa itu, Samudra Atlantik belum terbuka sepenuhnya seperti peta dunia saat ini.
Garis keturunan Dasosaurus ini diyakini berasal dari Eropa, yang kemudian perlahan bermigrasi ke wilayah yang kini menjadi Amerika Selatan pada sekitar 130 juta tahun lalu. Kuat dugaan mereka menyeberang melalui wilayah utara Afrika.
Adapun nama Dasosaurus tocantinensis diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap lokasi penemuannya. Kata "tocantinensis" disematkan untuk merujuk pada Sungai Tocantins, salah satu jalur air utama di sana, yang pinggiran timurnya mengalir dekat dengan situs penemuan fosil bersejarah ini.





