Program Dana Hibah Rp100 Juta Disorot DPRD Kota Bekasi, Penerima Harus Tepat Sasaran!

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Program dana hibah sebesar Rp100 juta yang digulirkan Pemerintah Kota Bekasi mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.

Sejumlah anggota dewan menilai program tersebut perlu diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

DPRD menegaskan bahwa dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

Penggunaan anggaran publik tersebut wajib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:Berdayakan UMKM di Level Kecamatan, DPRD Kota Bekasi Ingin Perkuat Daya Tahan Ekonomi

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk memprioritaskan penyerapan lapangan kerja, serta akses kesehatan dan pendidikan yang terjangkau.

Sejumlah poin itu sangat penting sebagai penguatan pada peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Dirinya menilai, pembangunan kota yang masif tidak serta-merta menghilangkan pekerjaan rumah (PR) lain, antara lain tentang membangun kemajuan SDM serta menyediakan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai.

“Lapangan pekerjaan juga harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai persoalan ekonomi ini menimbulkan dampak sosial yang lebih luas,” ungkap Abdul Muin.

BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Dorong Realisasi Lahan Pemakaman Baru

Dirinya juga menyoroti program dana hibah Rp100 juta. Ia menyampaikan bahwa ini merupakan terobosan baik. Namun, ia berharap agar penerima dapat menggunakan anggaran tersebut sesuai dengan rencana pembangunan di setiap lingkungannya.

Kemudian, Abdul Muin mengingatkan agar Pemkot Bekasi tidak menjadikan program ini sebagai indikator utama kemajuan di suatu wilayah.

Menurut Dia, pembangunan yang sesungguhnya tidak semata-mata diukur dari menjulangnya gedung atau lebarnya jalan, melainkan dari sejauh mana seluruh warga, baik di kawasan elite maupun pinggiran, dapat merasakan kesejahteraan yang merata.

BACA JUGA:Demi Cegah Banjir, DPRD Kota Bekasi Ingin Rencana Induk Drainase Hingga Level Kelurahan

“Rp100 juta itu program RT/RW. Tapi pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja harus mendapat perhatian yang lebih besar lagi,” pungkas Abdul Muin.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jatim Siapkan Strategi Terpadu untuk Mitigrasi Krisis Global
• 14 menit laludetik.com
thumb
Tindakan Tegas BGN pada 1.528 SPPG Tingkatkan Kepatuhan soal SLHS
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
256 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Saat Puncak Arus Balik, Lebih Rendah dari Prediksi
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Menghapus Chat Menurut Ilmu Psikologi
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kedutaan Jepang Lepas 58 Penerima Beasiswa MEXT 2026, Dorong Peran sebagai Duta Budaya Indonesia
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.