PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode emiten WBSA tengah bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan logistik itu dijadwalkan IPO pada 10 April mendatang.
Didirikan pada 2021, BSA Logistics Indonesia merupakan penyedia jasa logistik terpadu yang melayani rantai pasok domestik hingga internasional. Perseroan mengandalkan jaringan luas, teknologi modern, dan tim berpengalaman untuk menghadirkan solusi logistik menyeluruh.
Layanannya mencakup angkutan darat, freight forwarding laut dan udara, serta pergudangan dan penyimpanan, termasuk Inland Logistics Terminal (ILT), yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Dalam IPO ini, BSA Logistics Indonesia berencana melepas maksimal 1,80 miliar saham baru atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 40 dengan harga penawaran di kisaran Rp 150 hingga Rp 170 per saham.
Dengan demikian, perusahaan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 306 miliar. Perusahaan telah menunjuk dua sekuritas untuk mengantarkan proses IPO. Dua sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas.
Setelah IPO, perusahaan berencana membagikan dividen kas maksimal 10% dari laba bersih mulai tahun buku 2027. Manajemen perusahaan menyebut pembagian dividen itu dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan keputusan RUPS.
Tak hanya itu besaran dividen akan ditentukan dalam RUPS Tahunan berdasarkan kinerja dan rencana bisnis. Perseroan juga berpeluang membagikan dividen lebih besar atau dividen interim, dengan persetujuan Dewan Komisaris.
Namun, kebijakan dividen ini tidak mengikat dan dapat berubah sesuai keputusan Direksi dan Pemegang Saham dalam RUPS. Sebelumnya, pada Oktober 2025, perseroan membagikan dividen saham senilai Rp 30 miliar melalui penerbitan 30.000 saham baru.
Struktur Permodalan Sebelum dan Sesudah IPOStruktur permodalan WBSA setelah IPO, modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari 6,875 miliar saham menjadi 8,675 miliar saham, dengan nilai nominal naik dari Rp 275 miliar menjadi Rp 347 miliar.
Sebelum IPO, kepemilikan saham didominasi oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. sebesar 99,69% dan PT Permata Gandaria Indah sebesar 0,31%. Setelah IPO, porsi kepemilikan TBK terdilusi menjadi 79,01% dan PGI menjadi 0,24%, sementara masyarakat mulai memiliki 20,75% saham Perseroan.
Di sisi lain, jumlah saham portepel turun dari 20,625 miliar saham menjadi 18,825 miliar saham.
Sumber: prospektus perusahaan
Struktur Pimpinan PerusahaanDewan Komisaris:
- Andree Susanto – Presiden Komisaris
- Willson Cuaca – Komisaris
- M. Jusuf Wibisana – Komisaris Independen
Dewan Direksi:
- Edwin Wibowo – Presiden Direktur
- Thomas Wenas – Direktur
- Hendri Setiawan – Direktur
Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan Perseroan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL). Sebanyak Rp 215 miliar dialokasikan untuk mengambil alih 191.250 saham atau setara 99,99% kepemilikan BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik.
“Sisa dana Penawaran Umum Perdana Saham akan dipergunakan Perseroan sebagai modal kerja perseroan, meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan,” tulis manajemen dalam prospektus, Rabu (25/3).
Adapun akuisisi BIL dilakukan untuk memperkuat dan mengonsolidasikan layanan angkutan laut dalam portofolio perseroan. Melalui transaksi ini, perseroan akan menjadi pemegang kendali BMI sebagai entitas operasional pelayaran, sekaligus mengintegrasikan bisnis angkutan laut ke dalam ekosistem usaha.
Langkah ini memungkinkan integrasi lebih kuat antara layanan laut, angkutan darat, dan pergudangan, sehingga memperluas layanan logistik multimoda, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di segmen logistik B2B.
Berikut perkiraan jadwal IPO:
- Masa Penawaran Awal: 25–27 Maret 2026
- Tanggal Efektif: 30 Maret 2026
- Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 1–8 April 2026
- Tanggal Penjatahan: 8 April 2026
- Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 9 April 2026
- Tanggal Pencatatan Efek di Bursa Efek Indonesia: 10 April 2026




