Partai Komunis Tiongkok Menuai Kritikan: Harga Minyak Naik, Klaim “Ringankan Beban”

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan, namun justru menyatakan langkah itu “mengurangi beban pengguna”, yang memicu gelombang sindiran dari warganet di daratan Tiongkok.

Pada 23 Maret, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional menyatakan bahwa akibat kenaikan tajam harga minyak mentah di pasar internasional, untuk “meredam dampak kenaikan harga BBM dan mengurangi beban pengguna”, pihaknya melakukan penyesuaian sementara terhadap harga produk minyak olahan.

EtIndonesia. Mulai pukul 24:00 pada 23 Maret, harga eceran maksimum bensin dan solar (standar) secara resmi seharusnya dinaikkan masing-masing sebesar 2.205 yuan dan 2.120 yuan per ton. Namun, kenaikan aktual ditetapkan sebesar 1.160 yuan dan 1.115 yuan per ton — atau “lebih rendah” masing-masing 1.045 yuan dan 1.005 yuan. Ini setara dengan kenaikan yang “lebih kecil” sekitar 0,85 yuan per liter secara nasional.

Meski pihak berwenang mengklaim telah “mengurangi setengah dari kenaikan harga”, penyesuaian kali ini tetap menjadi salah satu kenaikan terbesar. Opini publik mempertanyakan bahwa narasi seperti “seharusnya naik 2.205 yuan, tetapi hanya naik 1.160 yuan” hanyalah bentuk “permainan kata-kata”.

Warganet ramai-ramai menyindir, antara lain:

Sebagian warganet juga mengkritik:

Ada juga warganet yang membandingkan dengan Taiwan, dengan komentar: “Harga BBM kita cuma 9 yuan per liter, sedangkan di Taiwan 29 dolar Taiwan, bangga punya ‘negara induk’.”

(Tangkapan layar dari internet)
(Tangkapan layar dari internet)

Namun menurut laporan, per 23 Maret 2026, harga bensin tanpa timbal RON 92 di Taiwan adalah 28,9 dolar Taiwan per liter. Berdasarkan kurs saat itu (1 dolar Taiwan ≈ 0,215 yuan), setara sekitar 6,21 yuan per liter.

Taiwan sejak 16 Maret telah menerapkan kebijakan pembekuan harga BBM. Meski harga minyak internasional berfluktuasi, harga bensin RON 92 tetap stabil, dengan perusahaan minyak menanggung selisih biaya. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Sebut Wacana WFH Satu Kali Dalam Sepekan, Harinya Belum Diputuskan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pemudik Sempat Terjebak Macet di Garut, One Way Diberlakukan di Kadungora
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Tantangan Berbangsa Kian Kompleks, Waka MPR Lestari Tekankan Literasi Masyarakat
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Ekspor Beras Vietnam Terganggu Konflik Timur Tengah, Biaya Logistik Melonjak dan Pengiriman Terlambat
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Pramono: Jangan Datang ke Jakarta Tanpa Kemampuan lalu Jadi Beban
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.