Pantau - Ekspor beras Vietnam mengalami gangguan signifikan akibat ketegangan di Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya pengiriman, premi asuransi, serta keterlambatan distribusi hingga 15 hari.
Gangguan Logistik dan Lonjakan BiayaLaporan Vietnam News Agency pada Rabu 25 Maret 2026 menyebutkan bahwa waktu pengiriman beras kini bertambah antara 10 hingga 15 hari dibandingkan kondisi normal.
Kenaikan biaya transportasi domestik juga tercatat mencapai 20.000 hingga 30.000 dong Vietnam atau setara sekitar Rp12.800 hingga Rp19.200 per satuan biaya.
Gangguan ini dipicu oleh terganggunya jalur logistik global akibat konflik di Timur Tengah yang memaksa layanan pengiriman mengalihkan rute pelayaran.
Para pengekspor juga menghadapi krisis kontainer yang memperumit proses distribusi dan memperlambat arus barang ke pasar internasional.
Eksportir Negosiasi Ulang KontrakDirektur Jenderal Badan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam Nguyen Anh Son mengungkapkan, "Situasi ini memaksa banyak eksportir untuk menegosiasikan ulang kontrak dengan pembeli."
Beberapa pengiriman dilaporkan terpaksa ditunda akibat kendala logistik yang belum terselesaikan.
Sebagian eksportir bahkan memilih menahan pesanan baru untuk menghindari potensi kerugian yang lebih besar.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam memperkirakan produksi padi pada 2026 mencapai sekitar 45,6 juta ton.
Dari total produksi tersebut, sekitar 7,73 juta ton diproyeksikan tersedia untuk kebutuhan ekspor meskipun menghadapi tantangan distribusi global.




