Purbaya Masih Kaji Pemangkasan Anggaran Belanja Prabowo, Belum Ada Keputusan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa belum ada keputusan final terkait dengan pemangkasan belanja pemerintah guna merespons gejolak kenaikan harga minyak dunia. 

Sebagaimana diketahui, kenaikan harga minyak dunia yang berkepanjangan bisa membuat anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bengkak sehingga memicu pelebaran defisit APBN. 

"Belum ada keputusan pangkas anggaran," ujarnya kepada sejumlah wartawan saat mengunjungi pasar di Yogyakarta, Selasa (17/3/2026). 

Bendahara Negara menyebut pemerintah masih melakukan kajian terkait dengan berapa anggaran kementerian/lembaga yang bisa diefisiensi, serta melihat lebih lanjut perkembangan harga minyak dunia. 

Untuk diketahui, APBN 2026 menetapkan sejumlah asumsi makro dalam hal ini salah satunya harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) US$70 per barel. Namun, perang yang diawali oleh serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran akhir bulan lalu memicu harga minyak bergejolak sempat menyentuh level sekitar US$100 per barel.

Purbaya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyisiran anggaran seluruh kementerian/lembaga, tidak terkecuali Badan Gizi Nasional (BGN), yang notabenenya melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia memastikan anggaran MBG direalisasikan secara optimal. 

Baca Juga

  • Transaksi Jumbo Warnai Gerak Harga Minyak Usai Komentar Trump soal Serangan ke Iran
  • Airlangga hingga Purbaya Rapat Daring, Mau Guyur Stimulus Ekonomi?

"[Anggaran MBG] masih aman tetapi kami pastikan pelaksanaannya," terang mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu. 

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelebaran defisit bisa terjadi yakni melewati batas 3% apabila kenaikan harga minyak terjadi berkepanjangan. 

Namun, dia menegaskan bahwa skenario pelebaran defisit hingga melewati batas 3% terhadap PDB khusus berlaku apabila terjadi krisis. Untuk itu, opsi pemangkasan anggaran akan menjadi langkah yang diambil pemerintah. 

"Terkait dengan skenario, itu adalah skenario saat kita krisis. Nah, langkah yang diambil per hari ini adalah memotong anggaran supaya kita tidak lewat dari 3%," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASDP Catat 128.821 Penumpang Padati Pelabuhan Bakauheni saat Puncak Arus Balik Lebaran 2026
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Neraka Dimona, Ini Rahasia Sukses Besar Iran Pecundangi Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perang Iran Bisa Picu Kenaikan Biaya Logistik RI hingga 40 Persen
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Lalu Lintas Ciawi Tasikmalaya Arah Bandung Padat, Antrean Mengular 5 Kilometer | SAPA PAGI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Atletico Madrid capai kesepakatan dengan Orlando City untuk Griezmann
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.