Pantau - Kementerian Pertahanan memastikan kebijakan penghematan bahan bakar minyak di lingkungan internal bukan karena kondisi darurat, melainkan langkah antisipatif menghadapi dinamika global.
Antisipasi Dampak Konflik GlobalKepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian.
"Kebijakan ini diambil sekarang sebagai langkah antisipatif dan kehati-hatian, bukan karena kondisi darurat," ungkapnya.
Ia menjelaskan dinamika global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi distribusi energi, termasuk pasokan BBM ke Indonesia.
Sebagai langkah efisiensi, Kemhan menerapkan sejumlah kebijakan termasuk pengurangan penggunaan BBM dan penerapan satu hari Work From Home (WFH).
Operasional Strategis Tetap TerjagaRico menegaskan kebijakan ini tidak akan mengganggu kebutuhan operasional strategis pertahanan.
"Namun untuk soal suplai BBM pertahanan, prinsipnya adalah memastikan dukungan kebutuhan operasional strategis tetap terjaga," ujarnya.
Ia menambahkan durasi kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan hasil evaluasi situasi dan kebutuhan ke depan.
"Adapun mengenai jangka waktu pelaksanaannya, akan disesuaikan dengan evaluasi situasi dan kebutuhan ke depan," katanya.
Kemhan memastikan langkah penghematan ini dilakukan secara terukur untuk menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian global.




