jpnn.com, DUMAI - Polri dan TNI semakin memperkuat sinergi untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Dumai.
Sejumlah pimpinan turun langsung ke lapangan untuk memimpin upaya pemadaman, pada Rabu (25/3).
BACA JUGA: Polda Riau Konsisten Tindak PETI Ilegal di Kuansing, Satu Rakit Kembali Dimusnahkan
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Haryanto bersama Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Agustatius Sitepu, terjun langsung memimpin proses pemadaman di wilayah Kecamatan Medang Kampai yang menjadi salah satu titik terdampak cukup signifikan.
Upaya pemadaman ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak Pertamina, serta masyarakat setempat.
BACA JUGA: Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Kabareskrim: Penegakan Hukum di Riau Sangat Bagus
Mereka bahu-membahu melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berjibaku memadamkan api yang telah berlangsung selama enam hari terakhir.
BACA JUGA: Gandeng UMKM Kuliner, Pos Indonesia Hadirkan Paket Pengiriman Rendang
“Karhutla di Medang Kampai ini sudah memasuki hari ke-6. Kami terus berupaya maksimal agar api segera padam, namun kondisi cuaca cukup ekstrem,” ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK), terdeteksi sebanyak 14 titik hotspot yang tersebar di dua kecamatan, yakni Dumai Timur sebanyak 8 titik dan Medang Kampai sebanyak 6 titik.
Sementara itu, wilayah Kecamatan Dumai Barat, Dumai Selatan, Bukit Kapur, Sungai Sembilan, dan Dumai Kota hingga saat ini dilaporkan nihil atau bersih dari titik panas.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.
Cuaca panas dan angin kencang mempercepat penyebaran api, ditambah dengan keterbatasan sumber air yang lokasinya cukup jauh dan mulai menipis.
“Di lapangan, sumber air cukup jauh dan sudah mulai berkurang. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam proses pemadaman,” jelas Angga.
Beragam strategi telah diterapkan oleh tim gabungan, mulai dari penyiraman langsung ke titik api, pembuatan sekat kanal untuk mencegah perluasan kebakaran, hingga upaya modifikasi cuaca.
Selain pemadaman, patroli darat dan pemantauan intensif juga terus dilakukan selama 24 jam guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kondisi cuaca yang terpantau cerah berawan dinilai cukup berpotensi memicu kemunculan hotspot tambahan.
Polres Dumai pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun kesehatan.
“Pengendalian karhutla akan terus kami lakukan secara berkelanjutan. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan di lapangan,” tuturnya.(mcr36/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Rizki Ganda Marito




