Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah, khususnya dengan mengurangi perjalanan dinas yang dinilai tidak perlu.
"Kalau dari dulu saya sudah menyampaikan untuk efisiensi kepala daerah dan saya akan menekankan lagi efisiensi terutama efisiensi anggaran ya," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).
Ia menegaskan salah satu pos anggaran yang perlu ditekan adalah perjalanan dinas yang tidak mendesak, agar anggaran dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
"Ya terutama perjalanan dinas yang tidak perlu, dari dulu saya sampaikan. Jadi uangnya diarahkan untuk program yang prorakyat," ujarnya.
Tito menjelaskan bahwa efisiensi tidak secara spesifik menyasar penggunaan BBM, namun bisa dilakukan melalui berbagai langkah penghematan seperti yang pernah diterapkan saat pandemi COVID-19.
"Enggak spesifik ke sana. Nanti kita bisa gunakan sebetulnya, mekanisme pada waktu COVID itu. Misalnya, lampu dimatikan dulu, Jangan ninggalin kantor lampu hidup, AC masih hidup," ucap dia.
Ia juga mencontohkan sistem pengawasan kerja berbasis digital yang pernah digunakan untuk memastikan efektivitas kerja dari rumah (WFH), sekaligus menekan mobilitas yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.
"Kemudian misalnya lagi, Kalau dulu saya absen, Dulu ada sistem namanya SIMPEG, Sistem administrasi pegawai, Jadi begitu, Untuk menjaga, karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya nggak lari-lari ke mana-ke mari yang nanti malah nambah BBM," tandas dia.





