128 Ribu Penumpang Telah Berangkat dari Pelabuhan Bakauheni

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Lampung Selatan: PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) (ASDP) cabang Bakauheni mencatat sebanyak 128 ribu penumpang telah berangkat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak. Data tersebut diperoleh dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

"Dalam kurun waktu 24 jam ini terdapat sebanyak 128 ribu penumpang, baik penumpang pejalan kaki maupun juga penumpang yang ada di dalam mobil untuk melakukan penyeberangan," ujar Jurnalis Metro TV Heinrich Terra, dalam program Monitor Mudik Metro TV, Rabu, 25 Maret 2026.

Dari data tersebut, jumlah kendaraan yang telah melakukan penyeberangan tercatat 38 ribu kendaraan. Tercatat lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan pada periode arus balik 2025.

"Hal ini disebabkan bahwa kemarin (Selasa, 24 Maret 2026) itu sempat terdapat puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung ini," kata Heinrich.
 

Baca Juga :

Strategi ASDP Urai Antrean Arus Balik, Penumpang Tak Bisa Pilih Kapal di Pelabuhan

Puncak arus balik pertama ini disebabkan karena beberapa perusahaan dan juga beberapa tempat kerja yang ada di daerah Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek, sudah mewajibkan masuk bagi seluruh karyawannya pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2026. 

Dalam pantauan kemarin, tidak terjadi antrean panjang ataupun kepadatan yang dapat menghambat pergerakan para penumpang. Pihak Pelabuhan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan. Strategi arus balik gelombang 2 Sementara itu, pihak ASDP memprediksi puncak arus balik gelombang kedua akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasinya, pihak ASDP menyiapkan sejumlah strategi.

Yang pertama, ASDP akan menerapkan sistem single tarif. Sistem ini diberlakukan agar para pemudik atau juga para penumpang yang nantinya akan melakukan penyeberangan tidak lagi dikenakan harga tiket express maupun tiket eksekutif.

"Nanti mereka hanya dikenakan tarif flat, seperti itu. Untuk tiket reguler yang dibanderol untuk para penumpang pejalan kaki sebesar Rp22 ribu sekian, dan juga untuk penumpang yang membawa kendaraan pribadi roda empat akan dikenakan biaya sebesar Rp481 ribu," tuturnya.

Yang kedua, kapal-kapal yang akan bersandar ke Pelabuhan Bakauheni menggunakan sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Nantinya kapal-kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Bakauheni ini diharapkan segera melakukan bongkar muatan dan segera memasukkan para penumpang, baik pejalan kaki maupun juga para penumpang yang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

"Untuk sistematika yang terakhir, yakni untuk mencegah kemacetan akan diterapkan juga sistem delaying atau buffer zone yakni diterapkan di KM 49 dan juga di KM 20," ucap Heinrich.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reuni Akbar BTS di Gwanghwamun Sedot 18,4 Juta Penonton Netflix
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Laris Manis, Penumpang Kereta Cepat Whoosh Tembus 24 Ribu Orang dalam Sehari
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Volume Sampah Rumah Tangga di Lebak Naik 10 Persen Selama Libur Lebaran
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, Seribuan Orang Langsung Bebas
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
TNI Buka Suara soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Pelaku Terancam Sanksi Berat
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.