Dunia kerja sedang mengalami pergeseran besar dan salah satu aktor utamanya adalah Gen Z. Generasi yang lahir di era digital ini punya cara pandang yang cukup berbeda soal karier, mulai dari fleksibilitas waktu sampai makna pekerjaan itu sendiri. Tidak heran kalau banyak jenis pekerjaan yang dulunya dianggap stabil, sekarang mulai ditinggalkan oleh Gen Z.
Sebuah laporan dari Business Money menemukan bahwa 74 persen pekerja Gen Z menginginkan lebih banyak kesempatan kerja remote. Angka ini menunjukkan bahwa fleksibilitas jadi prioritas utama, bahkan mengalahkan faktor gaji atau status pekerjaan. Melansir The Queen Zone, yuk, cari tahu sektor apa saja yang perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi ini!
1. Pabrik dan ManufakturGen Z meninggalkan pekerjaan manufaktur karena minim fleksibilitas/Foto: Freepik.com/aleksandarlittlewolf
Industri manufaktur kini menghadapi tantangan besar dalam menarik minat bakat-bakat muda. Pekerjaan di pabrik yang identik dengan sistem shift yang ketat, lingkungan kerja yang bising, serta tugas repetitif dianggap kurang memberikan ruang untuk kreativitas dan aktualisasi diri.
Bagi Gen Z, menghabiskan waktu berjam-jam di lini produksi tanpa adanya koneksi dengan teknologi terkini terasa seperti langkah mundur. Ketidakinginan untuk terikat pada lokasi fisik yang statis membuat sektor manufaktur harus memutar otak jika tidak ingin kehabisan tenaga kerja muda di masa depan.





