Emiten Hashim Djojohadikusumo (WIFI) Cetak Laba Rp408,5 Miliar pada 2025

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge membukukan peningkatan laba bersih menjadi Rp408,5 miliar sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan Laporan Keuangan, WIFI mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 147% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp671,8 miliar pada 2024, menjadi Rp1,65 triliun sepanjang tahun 2025. 

Manajemen WIFI dalam keterangan resminya menjelaskan peningkatan pendapatan ini didorong oleh ekspansi masif pada jaringan serat optik dan layanan konektivitas fixed broadband.

Kontribusi pendapatan ini didominasi oleh lini bisnis inti perseroan, yaitu segmen telekomunikasi yang mencatat pendapatan dengan rincian bandwidth sebesar Rp560,85 miliar, fiber to the home sebesar Rp541,05 miliar, sewa core sebesar Rp96,4 miliar, dan colocation sebesar Rp2,55 miliar. 

Sedangkan segmen periklanan digital memberikan kontribusi sebesar Rp459,46 miliar.

Baca Juga : Internet Rakyat WIFI, HiFi Air (ISAT), dan Orbit Telkomsel Berebut Kelas Menengah

WIFI juga mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp408,5 miliar pada tahun 2025, melonjak 76% dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp230,87 miliar. 

Sementara itu, laba per saham dasar WIFI meningkat tajam dari Rp99,44 pada tahun 2024 menjadi Rp111,19 pada tahun 2025. 

Direktur Utama Solusi Sinergi Digital Yune Marketatmo mengatakan saat ini secara operasional perseroan telah memiliki 2,5 juta pelanggan Home Pass, 1,5 juta Home Connect dan tingkat take-up hingga 60%, termasuk yang tertinggi di industri.

Sementara itu, capaian EBITDA WIFI sampai akhir 2025 adalah sebesar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69%, yang menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengoptimalkan pemanfaatan jaringan infrastruktur secara efisien.

Hingga 31 Desember 2025, Total Aset Perseroan melonjak drastis menjadi Rp15,17 triliun, meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp2,9 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tetap neto yang mencapai Rp5,22 triliun, sejalan dengan pembangunan infrastruktur jaringan serat optik nasional.

Dalam hal struktur liabilitas dan ekuitas, total liabilitas WIFI tercatat sebesar Rp6,65 triliun naik 243,3% dari sebelumnya Rp1,93 triliun. Sementara itu, ekuitas perseroan melonjak signifikan hingga 778,28% dari Rp969,84 miliar menjadi Rp8,51 triliun, memperkuat basis modal untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

WIFI juga mencetak posisi likuiditas yang cukup mumpuni, dengan kas dan setara kas melonjak menjadi Rp6,16 triliun pada akhir tahun 2025, dibandingkan hanya Rp18,5 miliar pada akhir tahun 2024. 

“Peningkatan drastis ini memberikan fleksibilitas keuangan yang luar biasa bagi Perseroan untuk membiayai belanja modal dan operasional tanpa ketergantungan berlebih pada pendanaan eksternal jangka pendek,” ujar Yune, Rabu (25/3/2026).

Penerimaan kas dari pelanggan juga mencatatkan rekor sebesar Rp1,46 triliun, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang menandakan kualitas pendapatan yang sangat baik dan siklus penagihan yang lancar.

Menatap tahun 2026, Yune menuturkan perseroan memposisikan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) IRA atau Internet Rakyat sebagai katalis pertumbuhan utama. Strategi ini akan mengintegrasikan tulang punggung serat optik (fiber backbone) dengan pengiriman nirkabel (wireless last-mile) untuk mempercepat jangkauan internet broadband yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Tahun 2025 adalah tahun yang menentukan bagi SURGE. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan operasional yang efisien, kami yakin peluncuran platform 5G FWA akan menjadi titik balik yang signifikan untuk mengakselerasi lintasan pertumbuhan kami di masa depan," ucap Yune Marketatmo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemerintah Usulkan Tambahan Anggaran Rp89,5 Triliun untuk Revitalisasi 60 Ribu Sekolah
• 4 jam lalupantau.com
thumb
One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Akan Mulai Diberlakukan, Jasa Raharja Imbau Keselamatan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Elf Maut di Majalengka: 6 Orang Tewas, Diduga Sopir Mengantuk
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Balik Lebaran: Jalur Ajibarang-Bumiayu Macet Tersendat
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.