Papua, VIVA – Operasi patroli yang dilakukan personel Koops TNI di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berujung pada penemuan senjata api dan puluhan amunisi yang diduga milik Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB. Penemuan tersebut terjadi setelah prajurit TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Topo saat melakukan penyisiran wilayah yang dicurigai menjadi lokasi persembunyian.
Kepala Penerangan Koops TNI Letkol Inf Wirya Arthadiguna menjelaskan, kontak tembak terjadi saat prajurit melakukan patroli dan menemukan aktivitas mencurigakan di sebuah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Saat penyisiran dilakukan, kelompok tersebut melakukan perlawanan sebelum akhirnya melarikan diri ke arah hutan.
“Memang sebelum menemukan rumah yang kemudian diketahui adalah markas KKB sempat terjadi kontak tembak di sekitar Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Sabtu 21 Maret,” kata Letkol Inf Wirya dalam keterangan yang dikutip Antara, Rabu 25 Maret 2026.
Setelah situasi dinyatakan aman, prajurit kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan sebuah rumah yang diduga menjadi markas KKB. Dari dalam rumah tersebut, aparat menemukan dua pucuk senjata api dan puluhan amunisi dengan berbagai kaliber.
Senjata yang diamankan terdiri dari satu pucuk pistol jenis P1 dan satu pucuk senapan angin. Selain itu, aparat juga menyita 14 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dan delapan butir amunisi kaliber 9 milimeter. Tidak hanya itu, aparat juga menemukan bendera Bintang Kejora serta sejumlah perlengkapan lain yang diduga milik anggota KKB.
“Senjata api yang diamankan berupa satu pucuk senjata api pistol jenis P1 dan senapan angin serta 14 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, delapan butir munisi kaliber 9 milimeter,” lanjut Wirya.
Ia menegaskan, Koops TNI Papua akan terus meningkatkan patroli keamanan di wilayah rawan guna menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari gangguan kelompok bersenjata.
Letkol Inf Wirya mengatakan Koops TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, khususnya dari kelompok bersenjata. Upaya tersebut dilakukan melalui tindakan yang terukur dan sesuai prosedur, serta dengan meningkatkan patroli keamanan untuk menciptakan situasi yang kondusif. Ia juga memastikan situasi di wilayah Topo berangsur kondusif setelah aparat meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan.





