Perang AS-Iran Guncang IHSG, Analis: Investor Mulai Masuk Lagi ke Pasar RI

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Konflik Timur Tengah berkepanjang memicu berbagai sentimen yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga mengalami tekanan hampir sebulan. Setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri, indeks mulai menunjukkan tanda pemulihan seiring kembalinya investor ke pasar saham domestik.

Analis pasar modal, Reydi Octa, menilai ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global masih tinggi. Menurutnya, tingkat suku bunga tinggi dan volatilitas harga minyak akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran sempat memicu aksi jual di pasar saham.

Baca Juga :
IHSG Siap Ngegas Usai Libur Panjang, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
Sosok Kunci Iran Tewas Diserang AS-Israel, Jenderal IRGC Ambil Alih Peran Strategis di Balik Negosiasi

Menurutnya, pelaku pasar melakukan diversifikasi ke aset defensif seperti emas, obligasi dan menjauhi aset berisiko. Reydi juga mengingatkan, aliran dana akan sangat sensitif terhadap perkembangan konflik dan inflasi. 

Reydi melihat investor mulai kembali masuk secara bertahap ke pasar saham Indonesia (capital inflow). Meskipun masih selektif dan berhati-hati.

"Asing belum agresif, masih dalam fase akumulasi terbatas sambil menunggu kepastian arah global dan stabilitas makro," tutur Reydi dikutip dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Ilustrasi Investasi
Photo :
  • pexels.com/Karolina Kaboompics

Kembalinya investor sejalan pemulihan IHSG seiring dengan penguatan Bursa saham kawasan Asia. Hingga penutupan perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, IHSG menguat 2,75 persen atau 195,28 poin hingga menembus level 7.302,12.

Sementara itu, Bursa saham regional Asia, diantaranya indeks Nikkei menguat 1.474,72 poin atau 2,82 persen ke 53.727,00, indeks Shanghai menguat 50,56 poin atau 1,30 persen ke 3.931,84, indeks Hang Seng menguat 217,79 poin atau 0,87 persen ke 25.281,50, dan indeks Strait Times menguat 34,54 poin atau 0,71 persen ke 4.896,97.

Reydi menjelaskan, kenaikan IHSG didorong oleh kombinasi technical rebound setelah libur panjang Lebaran, membaiknya sentimen global, serta rotasi dana ke sektor energi dan barang konsumen non-primer.
Selain itu, meredanya tensi geopolitik dan penurunan harga minyak memberi ruang bagi IHSG untuk rebound.

Lebih lanjut, Reydi memproyeksikan suku bunga global masih berpotensi bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer). Sementara itu, harga minyak diperkirakan tetap berfluktuasi mengikuti eskalasi geopolitik, sehingga konflik AS-Iran menjadi faktor utama penggerak pasar saat ini.

“Jika tensi mereda, pasar bisa rebound. Namun jika eskalasi meningkat, tekanan akan kembali dominan,” kata Reydi.

Baca Juga :
Harga Emas Dunia Terjun ke US$4.200, JPMorgan Bongkar Penyebabnya
Bitcoin Nyangkut di Level US$70.000, Begini Pandangan Analis
Timur Tengah Memanas Saat Lebaran, Iran Serang Kilang Minyak Kuwait dan Israel Balas Hantam Teheran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Kimia dari Batu Bara China Raup Untung Imbas Perang AS-Israel dan Iran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pelabuhan Bakauheni Kembali Meningkat, 128.281 Pemudik Menyeberang ke Pulau Jawa
• 3 jam laluokezone.com
thumb
BBMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Selatan Bali
• 6 jam lalupantau.com
thumb
DKI kemarin, evakuasi puluhan penumpang kapal hingga libur di TMII
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Daftar Hak Penumpang Pesawat Saat Delay Beserta Kompensasinya Sesuai Aturan Kemenhub
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.