PT BSA Logistics (WBSA) Mau IPO pada April 2026, Harga Saham Rp 150-Rp 170

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Calon emiten grup Sinar Mas, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO) pada April 2026.

Berdasarkan prospektus awal pada 25 Maret 2026, perseroan menawarkan saham kepada publik dengan kisaran harga Rp 150 hingga Rp 170 per saham.

WBSA bakal melepas sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan jumlah tersebut, nilai penawaran umum diperkirakan mencapai maksimal Rp 306 miliar.

Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru dan akan memberikan hak yang sama kepada pemegangnya, termasuk hak atas dividen serta hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Proses penawaran saham ini dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap. Masa penawaran awal (bookbuilding) telah dimulai pada 25 hingga 27 Maret 2026, dilanjutkan dengan target pernyataan efektif pada 30 Maret 2026. Selanjutnya, masa penawaran umum akan berlangsung pada 1 hingga 8 April 2026, dengan penjatahan saham dijadwalkan pada 8 April 2026. Saham akan didistribusikan secara elektronik pada 9 April 2026 dan mulai diperdagangkan di BEI pada 10 April 2026.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan difokuskan untuk mendukung ekspansi usaha. Sekitar Rp 215 miliar bakal digunakan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik sebanyak 191.250 lembar saham atau setara 99,99 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL), sementara sisa dana akan dimanfaatkan sebagai modal kerja guna menunjang operasional dan memperkuat layanan logistik multimoda perseroan.

Perseroan yang bergerak di bidang jasa logistik terpadu ini menilai prospek industri masih sangat menjanjikan. Hal ini didukung oleh kondisi geografis RI sebagai negara kepulauan yang mendorong kebutuhan layanan logistik terintegrasi, serta meningkatnya arus perdagangan antarwilayah seiring program hilirisasi industri.

Selain itu, pertumbuhan aktivitas ekonomi di luar Pulau Jawa juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan operasionalnya.

Di sisi lain, perseroan juga mengungkap sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor, antara lain potensi pemutusan atau tidak diperpanjangnya kontrak kerja serta kemungkinan rendahnya likuiditas saham setelah tercatat di bursa. PT OCBC Sekuritas dan Semesta Indovest Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO WBSA.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Wisata Kesehatan 2026 yang Bikin Liburan Lebih Sehat dan Menenangkan
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
KPK Periksa Gus Yaqut Usai Kembali Ditahan di Rutan
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Pastikan Arus Balik di Batang Tetap Lancar Meski Ada Kepadatan
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Rekaman Dampak Kerusakan di Kota Terbesar Israel Usai Diserang Bom Klaster Iran
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa M 4,2 Terjadi di Halmahera Selatan Malut
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.