Pemda Diminta Saling Bantu "Tetangga" yang Terdampak Bencana Sumatera

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk saling membantu daerah tetangga yang terdampak parah akibat bencana banjir dan longsor Sumatera yang terjadi pada November 2025.

Menurutnya, percepatan pemulihan dampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus dilakukan melalui penguatan kolaborasi antar pemda.

"Dari update terakhir pagi ini, sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar," ujar Tito dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Kasatgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatera lewat Kolaborasi Antardaerah

Tito menjelaskan, inisiatif kolaborasi ini muncul setelah adanya tambahan alokasi anggaran transfer ke daerah untuk percepatan penanganan bencana dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp 10,6 triliun.

Anggaran tersebut kemudian didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di ketiga provinsi tersebut, termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.

Oleh karena itu, pemerintah pusat mengimbau kepala daerah di wilayah yang relatif aman atau tidak terdampak, tetapi tetap menerima alokasi anggaran, agar bersedia menyalurkan sebagian dananya dalam bentuk hibah kepada daerah tetangga.

Baca juga: Kasatgas Tito Pastikan Bantuan Hunian Korban Bencana Sumatera Tepat Sasaran

Tito berpandangan, langkah ini penting untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi yang mengalami keterbatasan anggaran, seperti Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami harapkan daerah-daerah yang berat ini mereka punya tambahan anggaran supaya mereka bisa bekerja menyelesaikan masalah," tuturnya.

Sementara itu, Tito menyampaikan bahwa target penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga tahun.

Baca juga: Sumatera Berangsur Pulih: Hampir Tak Ada Pengungsi di Tenda, 38 Daerah Normal

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Fokus pembangunan mencakup penyediaan hunian tetap (huntap), pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan dan jalan yang saat ini masih bersifat darurat, serta pemulihan fasilitas layanan dasar.

“Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bukan hanya beberapa bulan, melainkan bisa mencapai dua-tiga tahun,” imbuh Tito.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satu Personel Polres Pekalongan Gugur Setelah Bertugas Kawal Arus Mudik
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Gara-gara Malaysia, Madura United Batal Punya Pelatih Baru
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina Belum Naikkan Harga Avtur Meski Negara Tetangga Kurangi Penerbangan
• 27 menit lalukatadata.co.id
thumb
Iran sedang di atas angin
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Idul Fitri dan Refleksi Makna Perdamaian
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.