PT Pertamina (Persero) menyebut hingga saat ini belum ada penyesuaian harga bahan bakar pesawat atau avtur.
Pasokan migas global yang berasal dari Timur Tengah saat ini menghadapi hambatan pasokan imbas terjadinya perang antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran. Kondisi ini mempengaruhi stok minyak mentah dan produk turunannya, salah satunya avtur.
“Saat ini belum ada penyesuaian harga avtur. Perseroan tetap memonitor dinamika harga minyak global serta kondisi pasokan dalam menetapkan kebijakan harga,” kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron kepada Katadata, Rabu (25/3).
Baron menyebut saat ini pasokan avtur untuk kebutuhan nasional sesuai dengan batas operasional. Menurutnya jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan penerbangan, termasuk pada periode peak season saat ini.
“Pertamina terus memastikan keandalan pasokan melalui pengelolaan stok dan distribusi di seluruh titik layanan aviasi,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi maskapai penerbangan nasional (INACA) Bayu Sutanto memprediksi adanya penyesuaian harga avtur pada 1 April 2026. Harga bahan bakar pesawat ini memang disesuaikan setiap awal bulan.
“Terdapat kemungkinan besar harga avtur per 1 April 2026 akan naik, mengikuti harga pasaran yang sudah naik tinggi akibat krisis geopolitik di Timur Tengah tersebut,” kata Bayu dalam siaran pers, dikutip Rabu (25/3).
Bayu mengatakan kondisi industri penerbangan saat ini memang terpengaruh perang Timur Tengah. Konflik ini membuat kondisi ekonomi internasional menjadi tidak kondusif.
Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Dimana kedua komponen biaya tersebut sangat mempengaruhi kenaikan biaya operasional maskapai penerbangan nasional,” ujarnya.
Vietnam dan Filipina Pangkas Penerbangan
Dua negara di Asia Tenggara yakni Vietnam dan Filipina berencana mengurangi penerbangan maskapai mereka imbas ancaman kelangkaan pasokan avtur global.
Maskapai nasional Vietnam Airlines berencana membatalkan 23 penerbangan setiap minggu di sejumlah rute domestik. Otoritas penerbangan Vietnam mengatakan pemangkasan ini dimulai pada April 2026.
Sebagian besar kebutuhan bahan bakar pesawat di Vietnam berasal dari impor termasuk Timur Tengah. Perang Iran vs AS-Israel yang masih berlanjut mengganggu pasokan impor mengalir ke pasar global. Vietnam Airlines hanya memprioritaskan rute-rute yang penting bagi konektivitas nasional, termasuk perdagangan, pariwisata, diplomasi.
Tak hanya Vietnam, penangguhan penerbangan akibat kekurangan bahan bakar jet juga dialami oleh Filipina.
“Beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan Filipina mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat. Memaksa maskapai Filipina untuk membawa bahan bakar untuk perjalanan pulang,” kata Presiden Ferdinand Marcos Jr. kepada Bloomberg.




