JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyiapkan simulasi skema bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) dan work from office (WFO) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah efisiensi yang disiapkan pemerintah untuk merespons tingginya harga minyak dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Pemerintah: Hindari Puncak Arus Balik Lebaran pada 28-29 Maret, Maksimalkan WFA
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah simulasi awal sembari menunggu ketentuan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), sesuai arahan Presiden.
“Ya, kami sudah melakukan simulasi-simulasi. Kami sedang melakukan simulasi, tetapi tentu kami akan menunggu ketentuan yang nanti dibuat oleh Kementerian PAN-RB sesuai arahan Bapak Presiden,” kata Gus Ipul, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, skema WFA dan WFO akan disesuaikan dengan kebutuhan layanan publik. Kemensos memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun dilakukan penyesuaian pola kerja.
Baca juga: Menpan RB Sebut WFA ASN Bersifat Opsional, Bukan Kewajiban
Saat ini, jumlah pegawai di lingkungan Kemensos mencapai 46.090 orang. Karena itu, pengaturan pembagian WFO dan WFA akan dirancang secara bertahap di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal Kemensos.
“Kami akan menyesuaikan, tetapi kami sudah mulai melakukan simulasi di bawah koordinasi Pak Sekjen. Misalnya, di hari Jumat nanti seperti apa jika diterapkan satu hari dalam satu minggu,” jelas Gus Ipul.
“Prioritas kami adalah memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu, sekaligus bisa mengatur pembagian WFO dan WFA,” sambungnya.
Baca juga: Menpan RB Sebut WFA ASN Bukan Hak, tapi Ada Pertimbangannya
Efisiensi juga akan dilakukan pada penggunaan sarana operasional, seperti listrik, pendingin ruangan (AC), alat tulis kantor, hingga pelaksanaan rapat.
“Mulai dari penggunaan AC, listrik, belanja alat tulis, rapat-rapat, dan lain sebagainya. Semua akan kami efisienkan,” jelasnya.
Terkait besaran anggaran yang akan dihemat, Gus Ipul mengatakan saat ini masih dalam tahap perhitungan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Mungkin bulan depan sudah bisa kami hitung. Saat ini masih dalam proses,” katanya.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Tito Minta Kepala Daerah Pangkas Perjalanan Dinas
Sebagai gambaran, Kemensos mampu melakukan efisiensi sekitar Rp1 miliar dari penghematan listrik pada 2025.
“Itu baru dari listrik saja, belum termasuk komponen lainnya. Nanti tentu akan menyesuaikan,” pungkas Gus Ipul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




