WN Belanda bernama Rene Pouw (49) tewas dianiaya dua orang tidak dikenal di Villa Amira, Badung, Bali, Senin (23/3) malam. Korban diketahui sudah tinggal sejak tahun 2024 di Pulau Dewata.
"Korban pernah datang ke Bali ini sekitar tahun 2022 kemudian beberapa kali keluar masuk Bali dan di tahun 2024 sampai saat ini menetap," kata kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, dalam keterangannya, Rabu (25/3).
Korban memiliki sebuah bisnis di Bali. Namun, Joseph mengaku masih menyelidiki jenis usaha yang dimiliki Pouw. Namun, korban baru tiga hari berada di vila itu bersama kekasihnya, WNI berinisial PI (30).
Polisi juga sedang menyelidiki aktivitas sehari-hari korban selama di Bali. Menurutnya, hal ini untuk membantu mengusut tuntas kasus penusukan korban.
"Jita akan dalami bahwa korban ini selama di sini kebiasaan atau rutinitasnya apa saja, berteman dengan siapa saja. Mudah-mudahan nanti dengan hasil yang dapat kita peroleh akan mengungkap atau apa latar belakang daripada perbuatan ini dilakukan oleh para pelaku," sambungnya.
Korban diserang di depan Villa Amira nomor 1. Sedangkan tempat tinggalnya di vila nomor 3.
Korban saat itu tengah dalam perjalanan pulang dengan pacarnya, perempuan warga Badung berinisial PI (30). Di depan vila nomor 1, ia melihat ada dua orang berboncengan motor yang berbalik arah menuju mereka.
Saat itu korban meminta kekasihnya untuk lari masuk ke vila tempat tinggal korban dan mengunci pintunya. Namun, dua orang tersebut langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau.
PI juga sempat menjadi target, namun, saat pelaku mendatangi vila korban ia tidak ditemukan. PI sembunyi di vila nomor 4 yang gelap dan baru berani keluar setelah melihat para pelaku pergi.
Usai para pelaku pergi, PI mendatangi korban. Ia sempat berteriak meminta pertolongan. Dalam insiden ini, korban mengalami luka pada leher, wajah, lengan kiri, bahu kiri, punggung di bagian kiri.
Korban sempat dilarikan ke RS BIMC untuk mendapat perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong.





