KOMPAS.TV - Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu langkah nyatanya terlihat di Kampung Kreatif Sugihwaras, Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang, dengan melibatkan pemuda setempat dalam pengembangan usaha budidaya ikan air tawar.
Program yang dijalankan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ini mengubah lahan bekas galian batu bata yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi kolam budidaya ikan yang produktif.
Berbagai jenis ikan seperti lele, nila, dan patin dibudidayakan sebagai komoditas unggulan, sekaligus menghadirkan solusi untuk pemanfaatan lahan yang lebih bernilai dan ramah lingkungan.
Tak hanya fokus pada ikan konsumsi, kelompok pemuda juga mengembangkan usaha pembibitan, khususnya lele, sebagai sumber pendapatan tambahan. Dalam satu siklus pemijahan, mereka mampu menghasilkan sekitar 50.000 bibit lele. Sebagian dijual ke pasar lokal, sementara sisanya digunakan untuk pembesaran dengan kapasitas hingga 10.000 ekor per siklus.
Dari hasil pembesaran tersebut, produksi ikan konsumsi dapat mencapai 900 kilogram hingga 1 ton setiap 2,5 sampai 3 bulan. Nilai ekonominya pun cukup signifikan, dengan potensi omzet hingga Rp20 juta dalam satu siklus produksi. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi lahan dapat menjadi solusi nyata dalam mendorong ekonomi berbasis komunitas.
Papan informasi ruang pemijahan budidaya ikan air tawar di Kampung Kreatif Sugihwaras, Palembang, yang menjadi bagian dari program TJSL Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. (Sumber: Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel)Perwakilan Kelompok Pemuda Tani Milenial Kampung Kreatif Sugihwaras, Kms Munirudin, menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi pemuda di lingkungannya.
“Program ini membuka peluang usaha bagi anak-anak muda di sini. Kami bisa mendapatkan penghasilan dari budidaya maupun penjualan bibit ikan,” ujar Munirudin.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya berkelanjutan.
“Melalui penguatan budidaya dan pembibitan ikan air tawar, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha produktif yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong pemanfaatan lahan yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelas Rusminto.
Penulis : Anindhita-Maulizeira
Sumber : Kompas TV
- Pertamina
- Budidaya Ikan
- TJSL
- Palembang
- Ekonomi





