JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah kuatnya nilai keagamaan di Indonesia, praktik korupsi masih menjadi tantangan besar.
Menteri Agama, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menilai kondisi ini sebagai ujian moral di tengah kebaikan yang dimiliki bangsa.
Menag menyebut, keberadaan penyimpangan seperti korupsi tidak terlepas dari dinamika kehidupan manusia itu sendiri.
“Di mana ada kebaikan, di situ pasti ada iblis,” ujarnya.
Menurutnya, justru di tengah banyaknya nilai baik, potensi penyimpangan tetap harus diwaspadai.
Dalam upaya pencegahan korupsi, Kementerian Agama mengaku telah melakukan berbagai langkah, termasuk bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menag bahkan menyebut Kementerian Agama aktif melibatkan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan internal.
Selain itu, pendekatan lintas agama juga dilakukan dengan merumuskan pandangan terhadap korupsi dari berbagai perspektif agama.
Menag mengingatkan, ekspektasi publik terhadap Kementerian Agama sangat tinggi, sehingga setiap pelanggaran akan terlihat lebih mencolok.
Ia mengutip pesan tokoh nasional Buya Hamka sebagai pengingat bagi jajarannya.
“Kementerian Agama itu backgroundnya itu seperti kain putih ya. Noda hitam itu akan pasti akan sangat terlihat,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa aparatur negara tetap manusia biasa. Namun, justru karena itu, Kementerian Agama dituntut untuk terus berbenah dan menjadi contoh bagi institusi lain.
#menag #korupsi #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- nasaruddin umar
- menag
- korupsi
- indonesia
- agama





