Di tengah konflik dengan Iran, militer Israel kini menggempur habis-habisan Lebanon. Ribuan orang tewas karena serangan Israel.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan roket terhadap Israel. Serangan itu diklaim Hizbullah sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Israel membalas dengan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah. Tidak hanya itu, Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat untuk menyerbu area perbatasan Lebanon.
Laporan harian Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (25/3/2026), menyebut bahwa sedikitnya 33 orang tewas dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka dalam 24 jam terakhir.
Dengan tambahan tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, total korban tewas sejauh ini mencapai 1.072 orang. Sebanyak 2.966 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dalam laporan detailnya, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa sedikitnya 17 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka sepanjang Selasa (24/3) akibat serangan udara dan tembakan artileri Israel yang menargetkan bangunan permukiman dan area-area di berbagai wilayah Lebanon.
(isa/isa)





