Teheran: Lebih dari 85.000 lokasi sipil di Iran dilaporkan mengalami kerusakan sejak dimulainya serangan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Hal tersebut dipastikan oleh pimpinan Bulan Sabit Merah Iran pada Rabu, 25 Maret 2026.
Melansir Anadolu, Rabu, 25 Maret 2026, Kepala organisasi tersebut, Pirhossein Kolivand, menyebutkan bahwa total 85.176 lokasi terdampak, yang mencakup 64.583 unit hunian serta 19.690 properti komersial, sebagaimana dilaporkan kantor berita Mehr.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Teheran menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah. Selain itu, sebanyak 282 fasilitas kesehatan dan 600 sekolah dilaporkan turut menjadi sasaran.
Kolivand menilai tindakan tersebut sebagai “kejahatan perang” berdasarkan Konvensi Jenewa.
Serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlangsung sejak 28 Februari, dengan jumlah korban tewas dilaporkan melampaui 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Rangkaian serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu stabilitas pasar global serta sektor penerbangan internasional.




