HARIAN FAJAR, PINRANG — Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pinrang menjadi perhatian aparat kepolisian.
Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor distribusi BBM bersubsidi hingga meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Lebaran 2026.
Jajaran Unit Tipidter Satreskrim Polres Pinrang melakukan monitoring langsung di sejumlah SPBU pada Rabu, 25 Maret 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kanit Tipidter Polres Pinrang Ipda Rexy Andri Haryanto sebagai respons atas laporan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan.
Rexy Andri Haryanto menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengidentifikasi penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan di lokasi pengisian bahan bakar.
“Dari hasil pengecekan kami di lapangan, SPBU menyebut salah satu faktor utamanya itu karena adanya pengendalian kuota BBM bersubsidi, khususnya jenis Bio Solar, di setiap SPBU di wilayah Pinrang,” jelasnya.
Rexy Andri Haryanto menambahkan bahwa selain itu, peningkatan kebutuhan BBM juga dipengaruhi oleh arus mudik dan arus balik Lebaran yang mulai berlangsung.
Rexy Andri Haryanto melanjutkan bahwa lonjakan mobilitas kendaraan, terutama angkutan umum, turut memperparah antrean di sejumlah titik.
“Faktor lain yang juga memengaruhi adalah pengetatan aturan pembelian BBM bersubsidi,” tambahnya.
SPBU kini tidak lagi melayani pengisian Bio Solar menggunakan jerigen tanpa disertai surat rekomendasi resmi dari instansi terkait, seperti dinas pertanian untuk kebutuhan alat pertanian.
Pihak pengawas SPBU menyebut kondisi antrean ini tidak hanya terjadi di Pinrang, tetapi juga merata di berbagai daerah lain, seiring dengan kebijakan distribusi dan meningkatnya permintaan BBM nasional.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lapangan tetap aman dan kondusif.
Polres Pinrang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre dan mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran bersama.
“Monitoring akan terus kami lakukan guna mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar selama periode Lebaran,” tutupnya. (ams)





