Dari Perawat Jadi Penulis, Novel “Twist Stethoscope” Karya Syahrul Sutte Menembus Layar Lebar

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Syahrul Sutte membuktikan bahwa profesi bukanlah batas untuk berkarya. Di tengah kesibukannya sebagai perawat yang setiap hari menangani pasien dan dinamika dunia kesehatan, ia berhasil menjelma menjadi seorang penulis novel.

Berangkat dari hobi menulis yang awalnya hanya iseng, Syahrul mulai serius mengembangkan kemampuannya setelah bergabung dalam komunitas kepenulisan. Dari situlah, langkahnya sebagai penulis terus berlanjut hingga melahirkan karya berjudul “Twist Stethoscope”.

Novel tersebut belum lama ini dirilis dan kabarnya akan segera diangkat ke layar lebar sebagai salah satu film karya anak bangsa yang dijadwalkan tayang pada 2026.

“Menjadi seorang penulis adalah hobi saya sejak dahulu. Awalnya hanya iseng, lalu bergabung di komunitas penulisan, dan berlanjut sampai sekarang. ‘Twist Stethoscope’ menurut saya punya cerita yang unik, karena dibangun dengan ide yang fresh. Ceritanya mengangkat dunia kesehatan, budaya, edukasi, persahabatan, moral, bakti anak, hingga romansa,” ujar Syahrul.

Meski memiliki jadwal padat sebagai tenaga kesehatan, Syahrul tetap konsisten menulis. Ia bahkan telah menyelesaikan sejumlah naskah dari berbagai genre, meski belum semuanya diterbitkan.

“Sudah banyak novel yang selesai, tapi belum saya cetak. Saat ini ada dua yang sedang dipersiapkan, yaitu novel horor berjudul ‘Wajah Penari’ dan novel bernuansa moral ‘Miliki Aku Seperti Khadijah’. Keduanya juga mengusung ide cerita yang baru,” lanjutnya.

Tak hanya itu, perjalanan “Twist Stethoscope” menuju layar lebar juga berawal dari ketertarikan rekan sesama perawat yang melihat potensi cerita tersebut untuk difilmkan.

“Novel ini dilirik teman saya yang juga perawat untuk difilmkan oleh Eliz. Dari situ saya semakin yakin untuk terus berkarya,” tambahnya.

Kisah Syahrul Sutte menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh di tengah kesibukan profesi apa pun. Ia menunjukkan bahwa berkarya tidak harus meninggalkan tanggung jawab utama, melainkan bisa berjalan beriringan.

Ia berharap, perjalanan inspiratif ini mampu memotivasi banyak orang dari berbagai profesi untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu untuk berkarya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Sebut Wacana WFH Satu Hari Sepekan Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Ribuan Peserta Diperkirakan Hadiri Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah di Bulukumba
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Kenalan dengan Overtone, Warna Permukaan Kulit yang Harus Kamu Ketahui
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pengamat Ini Peringatkan Suporter Timnas Indonesia Tak Hujat John Herdman Kalau Kalah dari Saint Kitts and Nevis
• 15 menit lalutvonenews.com
thumb
Neraka Dimona, Ini Rahasia Sukses Besar Iran Pecundangi Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel
• 13 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.