Arus Balik Lebaran: One Way Berlaku di Ruas Tol Semarang ABC

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas one way lokal di ruas Tol Semarang Seksi A,B,C. Langkah ini diambil untuk mengurai lonjakan volume kendaraan pada periode arus balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menjelaskan rekayasa one way lokal ini berlaku mulai KM 425+800 Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C hingga KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung. Kebijakan tersebut mulai diimplementasikan pada Rabu (25/3/2026) pukul 11.55 WIB berdasarkan diskresi Kepolisian.

“Penyesuaian rekayasa lalu lintas ini dilakukan secara situasional atas diskresi Kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan,” ujar Ria dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Pada periode yang sama, JTT melakukan penyesuaian skema lalu lintas dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 263 Jalan Tol Pejagan — Pemalang. Arus lalu lintas di titik tersebut terpantau normal di kedua arah tanpa rekayasa satu arah.

Namun, rekayasa one way masih diberlakukan mulai KM 263 Jalan Tol Pejagan — Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama (Cikatama). Skema ini bertujuan memastikan aliran kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta tetap terkendali dan tidak terkunci.

Ria menegaskan bahwa seluruh pihak terus bersiaga memantau dinamika pergerakan kendaraan di jalur Trans Jawa. Puncak arus mudik gelombang pertama telah jatuh pada Selasa (24/3/2026).

Baca Juga

  • One Way Nasional KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 263 Exit Brebes Dicabut
  • Arus Balik: One Way ke Jakarta Dimulai, 22 Gardu Tol Cikampek Dibuka
  • Kapolri: Rekayasa Lalin One Way Nasional Diberlakukan Mulai Sore ini

“JTT bersama Kepolisian terus melakukan pemantauan guna memastikan arus kendaraan dapat terdistribusi dengan baik sehingga perjalanan pengguna jalan tetap lancar dan aman,” tambahnya.

Penerapan rekayasa ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kepadatan di lapangan. Penumpang dan pengemudi diharapkan tetap waspada mengingat beban jalan tol yang meningkat tajam selama puncak arus balik.

Sejalan dengan hal itu, manajemen PT JTT mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki jalan tol. 

Pengendara juga diwajibkan menjaga jarak aman, mematuhi rambu, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi guna menghindari antrean di gerbang tol.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat mengantisipasi arus balik Lebaran 2026 dengan menghindari periode puncak yang diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. 

Dudy mengatakan, puncak arus balik diperkirakan jatuh pada Selasa (24/3/2026) dengan volume kendaraan mencapai lebih dari 285.000 unit. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 yang tercatat sebesar 270.315 kendaraan.

“Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabodetabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2025 dengan memanfaatkan masa work from anywhere yang diimbau pemerintah,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Senin (23/3/2026). 

Menurut Dudy, pengaturan waktu kepulangan penting untuk mendistribusikan lalu lintas secara merata sehingga perjalanan lebih lancar dan aman. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membedah Modus Peredaran Narkoba di Kelab Malam White Rabbit
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Menghitung Napas Pasukan Ramang di 9 Laga Sisa Musim Ini
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Menhub soal Macet Parah di Gilimanuk Saat Mudik: Jadi Evaluasi Untuk Tahun Depan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pria yang Viral Joget ternyata Punya 7 SPPG
• 14 jam lalurealita.co
thumb
220 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!
• 8 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.