tvOnenews.com - Timbulan sampah pada periode pra Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hingga pasca-Lebaran 2026 di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengalami penurunan sebesar 3,81 persen.
“Rata-rata timbulan sampah pada periode pra lebaran sebesar 24,83 ton/hari, sedangkan pada periode pasca lebaran sebesar 23,88 ton/hari. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan sebesar 3,81 persen,” kata Kepala DLHK Kapuas dr Tonun Irawaty Panjaitan di Kuala Kapuas, Rabu.
Menurut dia, penurunan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya setelah perayaan hari besar keagamaan yang biasanya identik dengan peningkatan konsumsi.
Pada umumnya, kata dia, momentum Lebaran menyebabkan lonjakan sampah rumah tangga, seperti sisa makanan, kemasan plastik, dan limbah sekali pakai. Namun, data tersebut mengindikasikan adanya kesadaran yang mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk mengurangi produksi sampah.
"Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap penurunan ini adalah meningkatnya edukasi dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun komunitas lingkungan," kata dia.
Dia mengatakan, kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah dari sumbernya, serta pemanfaatan kembali barang bekas mulai menunjukkan dampak positif.
Selain itu, sebagian masyarakat juga mulai menerapkan gaya hidup lebih ramah lingkungan, seperti membawa wadah sendiri saat berbelanja atau mengurangi pemborosan makanan saat perayaan.
"Di sisi lain, peran aktif petugas kebersihan dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir juga turut membantu menekan jumlah timbulan sampah," ucapnya.
Menurut Tonun, optimalisasi pengangkutan sampah dan peningkatan fasilitas pengelolaan menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Meskipun penurunan sebesar 3,81 persen terlihat relatif kecil, hal ini tetap menjadi indikator positif yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ke depan, diharapkan upaya pengurangan sampah dapat terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya pada momen tertentu seperti Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan demikian, lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara berkelanjutan di Kabupaten Kapuas," tambah dia.




