Pantau - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi jumlah penumpang kereta cepat Whoosh pada periode arus balik Lebaran 2026 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.
Lonjakan Penumpang dan Pola PergerakanManager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penumpang diperkirakan berada di kisaran 15 hingga 20 persen.
"Penumpang masih tinggi, terutama pada masa arus balik Lebaran," ungkapnya.
Mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandung tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal.
Pada hari biasa, jumlah penumpang Whoosh berkisar antara 16 ribu hingga 18 ribu orang per hari.
Namun pada masa arus balik Lebaran, jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring tingginya aktivitas perjalanan masyarakat.
Arus balik tidak hanya didominasi oleh pergerakan menuju Jakarta, tetapi juga terdapat penumpang yang masih berangkat ke Bandung.
Kondisi ini dipengaruhi oleh masih berlangsungnya masa libur di sejumlah instansi dan sekolah.
Masyarakat pun memanfaatkan periode libur tersebut untuk berwisata, khususnya ke Bandung.
Hingga siang hari, tiket Whoosh yang terjual telah mencapai sekitar 13 ribu hingga 14 ribu tiket.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah hingga jadwal keberangkatan terakhir.
KCIC optimistis total penumpang pada hari tersebut dapat mencapai sekitar 22 ribu hingga 23 ribu orang.
Minat Meningkat dan Penguatan KeamananTingginya jumlah penumpang menunjukkan minat masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh semakin meningkat.
Moda transportasi ini dinilai diminati karena kecepatan dan efisiensinya dalam menghubungkan Jakarta dan Bandung.
KCIC juga terus memastikan kesiapan operasional guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus balik Lebaran.
Sistem keamanan dan pengawasan di stasiun Whoosh turut diperkuat selama masa mudik.
Sebanyak 1.773 kamera pengawas atau CCTV dikerahkan di seluruh area stasiun dan jalur kereta untuk menjaga keamanan perjalanan.




