VIVA – MotoGP 2026 baru memasuki seri ketiga, tapi persaingan sudah mulai memanas. Setelah dua balapan awal di Buriram dan Brasil, seluruh paddock kini bergerak ke Amerika Serikat, tepatnya ke Circuit of The Americas (COTA) di Austin, Texas. Sirkuit ini terkenal teknis, panjang, dan menuntut konsistensi penuh dari pembalap, sehingga siapa pun yang bisa menaklukkannya berpotensi mengubah arah musim.
COTA memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat serta perubahan elevasi yang tajam. Hal ini membuat strategi ban, pengereman, dan pengaturan elektronik motor menjadi kunci utama. Balapan di Austin sering kali menjadi indikator nyata siapa yang punya peluang juara dunia musim ini, bukan hanya sekadar balapan biasa.
Marc Marquez selalu menjadi ancaman serius di COTA. Dengan tujuh kemenangan di lintasan ini, Marquez memiliki pengalaman dan insting yang membuatnya sulit dikalahkan, bahkan bagi pemimpin klasemen sementara.
Meski awal musim ini performanya belum stabil, rekam jejaknya di Austin menunjukkan Marquez bisa tampil dominan kapan saja. Dengan kemampuan pengereman agresif dan kontrol motor di tikungan lambat, ia berpotensi menjadi pembalap kunci yang mengganggu rencana Marco Bezzecchi untuk menjaga jarak di puncak klasemen.
Marquez bukan hanya soal kecepatan. Strategi balapan, pemilihan ban, dan adaptasi terhadap kondisi trek adalah senjata yang membuatnya sering muncul sebagai pemenang di situasi sulit. Ancaman dari Marquez ini jelas menjadi ujian pertama Bezzecchi di sirkuit non-Eropa musim ini.
Bezzecchi Memimpin
Marco Bezzecchi datang ke Austin dengan modal kepercayaan diri tinggi. Dua kemenangan awal musim menempatkannya di puncak klasemen. Aprilia Racing sendiri sedang dalam performa puncak, memimpin klasemen tim dan konstruktor.
Namun, COTA bukan trek yang bisa diandalkan hanya dengan kecepatan motor. Konsistensi dalam pengereman dan pengelolaan ban akan menjadi faktor penting. Bezzecchi harus mempertahankan ritme balapnya, terutama menghadapi Marquez yang piawai memanfaatkan tikungan lambat untuk menyalip.
Selain itu, tekanan datang dari pembalap lain seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta. Martin mulai kembali ke performa terbaiknya setelah podium ganda di Brasil, sementara Acosta, yang pernah naik podium di COTA musim debutnya, siap membuat kejutan.





