JAKARTA, DISWAY.ID - Korea Selatan punya cara berbeda untuk berhemat energi di tengah perang Iran-Israel dan AS.
Yakni, meminta warganya untuk menghemat air sehingga jangan lama-lama saat mandi.
Negara-negara Asia mulai menerapkan langkah-langkah seperti saat pandemi, seperti kerja dari rumah (work-from-home), minggu kerja lebih pendek, dan pembatasan energi, seiring gangguan di Selat Hormuz yang memicu kelangkaan bahan bakar.
Upaya yang didukung oleh Badan Energi Internasional (IEA) ini bertujuan mengurangi konsumsi energi dan menstabilkan ekonomi.
BACA JUGA:Siap-Siap Bakal WFH Hemat BBM usai Lebaran, Dimulai Kapan? Cek Aturannya
Krisis minyak global yang dipicu oleh perang AS-Israel melawan Iran mendorong pemerintah di seluruh Asia untuk kembali mempertimbangkan strategi era pandemi seperti kebijakan kerja dari rumah dan stimulus ekonomi, karena kelangkaan bahan bakar semakin parah dan harga energi tetap tinggi.
Bukan hanya Perdana Menteri India Narendra Modi yang membandingkan situasi ini dengan pandemi Covid-19.
Negara-negara di kawasan juga mempertimbangkan respons serupa saat menghadapi gangguan pasokan.
Asia berada di garis depan krisis ini, karena membeli lebih dari 80 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya diblokade Iran sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
BACA JUGA:Menhub Dudy Purwagandhi Imbau WFH untuk Kenyamanan Arus Balik Idul Fitri 2026
Dengan biaya bahan bakar yang melonjak, pemerintah di seluruh dunia didorong untuk menurunkan batas kecepatan kendaraan dan mendorong kerja jarak jauh.
Meski belum ada negara Asia yang secara resmi mewajibkan kerja dari rumah, beberapa negara telah mengindikasikan bahwa kebijakan tersebut sedang dipertimbangkan.
“Saya pikir itu ide yang baik,” kata Menteri Energi Korea Selatan, Kim Sung-whan.
IEA telah mengusulkan 10 langkah untuk mengurangi konsumsi energi global, mencakup sektor transportasi, rumah tangga, dan praktik kerja.
BACA JUGA:Istana Tegaskan Wacana WFH Bukan karena Krisis BBM
- 1
- 2
- 3
- »





