Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengungkap alasan mereka menyerang dua Kota Israel yakni Dimona--dekat situs nurklir Israel dan Haifa sebagai respons terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump.
Komandan Angkatan Dirgantara IRGC, Majid Mousavi, memperingatkan Presiden Donald Trump.
“Setiap ancaman dan ultimatum terhadap Iran merupakan bagian dari tindakan perang," kata Majid dilansir Al Jazeera, Kamis (26/3).
Mousavi mengatakan di X bahwa serangan terbaru ke Dimona dan Haifa di Israel adalah respons keras teradap Trump.
“Pesan yang jelas sebagai respons terhadap ancaman dua hari dan lima hari dari Amerika,” merujuk pada ultimatum presiden AS terkait pembukaan Selat Hormuz.





