Soroti Kasus Gus Yaqut, Mahfud MD Nilai KPK Bermanuver Cerdik

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Soroti Kasus Gus Yaqut, Mahfud MD Nilai KPK Bermanuver CerdikNasional | okezone | Kamis, 26 Maret 2026 - 00:56

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti polemik penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menilai, KPK bersikap “lincah dan cerdik” dalam merespons dinamika tersebut.

“Pada umumnya orang melihat KPK melakukan kesalahan karena sempat melepas Yaqut akibat desakan politik. Menurut saya, ini analisis, KPK tidak salah ketika melepas dan kemudian menahan kembali Yaqut,” tulis Mahfud melalui akun Instagram @mohmahfudmd, Kamis (26/3/2026).

Mahfud menilai, keputusan KPK menetapkan status tahanan rumah terhadap Gus Yaqut tidak lepas dari adanya tekanan politik. Di sisi lain, ia menduga polemik yang muncul di publik juga turut membentuk dinamika keputusan tersebut. 

Ia juga menyinggung penjelasan KPK yang sempat menuai kritik terkait dasar hukum penahanan, yakni Pasal 108 KUHAP.

“KPK kemudian diserang. Situasi ini pada akhirnya memberi ruang bagi KPK untuk memiliki alasan, termasuk secara politis, dalam mengambil langkah berikutnya,” ujarnya.

 Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Medan Hari Ini 26 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa

Menurut Mahfud, tekanan publik yang menguat justru menjadi faktor yang mendorong KPK untuk kembali mengambil langkah penahanan.

“Kalau sebelumnya dipersepsikan ada tekanan politik tertentu, maka sekarang tekanan publik yang lebih besar juga menjadi faktor yang memengaruhi,” katanya.

Meski demikian, Mahfud menilai KPK mampu mengelola tekanan tersebut dengan strategi tertentu.

“Dalam analisis saya, KPK itu lincah dan cerdik, mampu merespons tekanan politik dengan menciptakan tekanan pembanding,” tulisnya.

Mahfud juga mengaitkan hal tersebut dengan pengalamannya saat menjabat di pemerintahan. Ia mengaku pernah memanfaatkan respons publik sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di tengah tekanan politik.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Permadi Arya dan Defisit Etika Deliberatif
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS Akibat Penutupan Selat Hormuz dan Lonjakan Harga Minyak
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Beasiswa Jalur Undangan, Kesempatan Kuliah di UBSI dengan Beasiswa Hingga 100 Persen
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Emas Hari Ini Turun, UBS Rp2,85 Juta dan Galeri24 Rp2,83 Juta per Gram
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Kapolda Sumsel dan Jajarannya Siaga Hadapi Karhutla hingga Tingkatkan Pelayanan Publik
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.