Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Lanjutkan Pengamanan Melalui KRYD

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada Kamis (26/3), berdasarkan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penutupan ini menandai berakhirnya masa pengamanan utama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

"Malam ini Operasi Ketupat resmi ditutup berdasarkan TR Bapak Kapolri,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA: ASDP Operasikan Pelabuhan 24 Jam, Perkuat Konektivitas dan Logistik di Kawasan Timur

Dia menyatakan meski operasi resmi berakhir, Polri tidak lantas menarik personel dari lapangan. Menurut dia, Polri akan melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Menurut dia, langkah ini diambil karena data menunjukkan masih ada sekitar 42 persen masyarakat atau "duta-duta mudik" yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

BACA JUGA: Selain Operasi Ketupat, Polri Sediakan Mudik Gratis Presisi untuk Lebaran 2026

Dia menjelaskan bahwa pengamanan akan tetap difokuskan pada lima klaster utama, yakni jalur arteri, tol, pelabuhan/terminal, tempat ibadah, dan lokasi wisata.

“Kami predikasi puncak (arus) balik kedua terjadi pada 29 Maret nanti. Anggota tetap di lapangan untuk mengamankan arus balik susulan," katanya.

BACA JUGA: Polda Jabar Siagakan Motor Senyum dan Manajemen Rekayasa Jalur di Operasi Ketupat 2026

Adapun penutupan operasi ini diwarnai dengan catatan rekor mobilitas kendaraan tertinggi sepanjang sejarah mudik di Indonesia.

Irjen Agus mengungkapkan bahwa arus mudik tahun ini mencatatkan angka fenomenal.

Dia menjelaskan tercatat ada 270.315 kendaraan pada puncak arus mudik.

Jumlah ini naik 4,62 persen dibandingkan 2025 yang tercatat 258.512 kendaraan.

“Alhamdulillah, meski volume kendaraan pecah rekor, semua bisa dikelola dengan baik berkat kolaborasi stakeholder," ujar Irjen Agus.

Jenderal bintang dua itu memerinci total kendaraan yang keluar meninggalkan Jabodetabek menuju Trans Jawa, Sumatera, dan Jawa Barat mencapai 3,5 juta unit. Adapun kendaraan yang kembali (arus balik) diproyeksikan mencapai 3,4 juta unit.

Dia mengungkapkan hingga saat ini, puncak arus balik tertinggi terjadi pada 24 Maret dengan volume 256.338 kendaraan, atau melonjak tajam 14,68 persen dibanding tahun lalu. (mcr8/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jatim Siapkan Strategi Terpadu untuk Mitigrasi Krisis Global
• 1 jam laludetik.com
thumb
Tergelincir saat Belok di Tikungan, 2 Pemotor Tewas Dilindas Bus
• 27 menit lalurealita.co
thumb
Harga Minyak Melonjak, Filipina Teken Aturan Izinkan Pemotongan Pajak BBM
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Kota Bogor Diimbau Tak Belanja di Lapak PKL Liar
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
260 Nama Anak Laki-laki Hindu Bali Modern Huruf A-Z, Penuh Keagungan!
• 6 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.