VIVA – Panggung olahraga dunia pekan ini diwarnai oleh kebangkitan talenta muda Indonesia dan persaingan sengit di lintasan balap. Dari arena bulu tangkis, pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi sorotan usai pencapaian impresif di All England, meski evaluasi non-teknis masih membayangi langkah mereka menuju Badminton Asia Championships (BAC) 2026 yang kian dekat.
Sementara itu, dunia balap motor Tanah Air tengah merayakan keberhasilan Veda Ega Pratama yang meraih podium di Moto3 Brasil, di saat para raksasa MotoGP bersiap menghadapi tantangan Marc Marquez di COTA, Amerika Serikat.
Berikut artikel terpopule VIVA.co.id di kanal Sport sepanjang Rabu, 26 Maret 2026:
4. Jadwal MotoGP Amerika 2026 dan Ancaman Marquez untuk Bezzecchi
- MotoGP
MotoGP 2026 baru memasuki seri ketiga, tapi persaingan sudah mulai memanas. Setelah dua balapan awal di Buriram dan Brasil, seluruh paddock kini bergerak ke Amerika Serikat, tepatnya ke Circuit of The Americas (COTA) di Austin, Texas. Sirkuit ini terkenal teknis, panjang, dan menuntut konsistensi penuh dari pembalap, sehingga siapa pun yang bisa menaklukkannya berpotensi mengubah arah musim.
COTA memiliki kombinasi tikungan cepat dan lambat serta perubahan elevasi yang tajam. Hal ini membuat strategi ban, pengereman, dan pengaturan elektronik motor menjadi kunci utama. Balapan di Austin sering kali menjadi indikator nyata siapa yang punya peluang juara dunia musim ini, bukan hanya sekadar balapan biasa.
Marc Marquez selalu menjadi ancaman serius di COTA. Dengan tujuh kemenangan di lintasan ini, Marquez memiliki pengalaman dan insting yang membuatnya sulit dikalahkan, bahkan bagi pemimpin klasemen sementara.
Meski awal musim ini performanya belum stabil, rekam jejaknya di Austin menunjukkan Marquez bisa tampil dominan kapan saja. Dengan kemampuan pengereman agresif dan kontrol motor di tikungan lambat, ia berpotensi menjadi pembalap kunci yang mengganggu rencana Marco Bezzecchi untuk menjaga jarak di puncak klasemen.
Marquez bukan hanya soal kecepatan. Strategi balapan, pemilihan ban, dan adaptasi terhadap kondisi trek adalah senjata yang membuatnya sering muncul sebagai pemenang di situasi sulit. Ancaman dari Marquez ini jelas menjadi ujian pertama Bezzecchi di sirkuit non-Eropa musim ini.





