Harga Minyak Melonjak Lalu Turun Kembali, Pasar Keuangan Global Tetap Bergejolak

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

Di tengah fluktuasi tajam harga minyak dan pasar saham akibat perang, sebuah kilang minyak milik Valero di Texas, AS, mengalami ledakan besar pada 23 Maret, menyebabkan penutupan fasilitas tersebut dan berdampak pada lebih dari 2% kapasitas produksi nasional. Selain itu, Jepang mengumumkan akan mulai melepas cadangan minyak nasional mulai 26 Maret.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada akhir pekan mengeluarkan “ultimatum 48 jam” kepada Iran, menuntut agar Selat Hormuz dibuka kembali. Harga minyak Brent sempat melonjak hingga 113 dolar AS per barel. Namun kemudian, Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap jaringan listrik Iran selama lima hari dan menyatakan kedua pihak sedang melakukan negosiasi aktif, sehingga harga minyak turun kembali ke 97 dolar AS per barel.

Meski demikian, pada Selasa (24 Maret), Iran meluncurkan beberapa serangan rudal ke Israel, kembali meningkatkan ketegangan pasar.

Saat ini, harga minyak Brent berada di 102,83 dolar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) di 90,62 dolar AS per barel.

Kilang terbesar milik Valero di Port Arthur, Texas, mengalami ledakan pada unit pengolahan diesel (hydrotreater) yang memicu kebakaran dan menyebabkan penghentian operasi. Kilang ini memiliki kapasitas produksi sekitar 380.000 barel per hari dan merupakan fasilitas besar yang memproduksi bahan bakar penting seperti diesel. Penutupan ini diperkirakan akan mempengaruhi pasokan dan harga bahan bakar.

Jepang telah melepas cadangan minyak swasta setara 15 hari konsumsi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan bahwa mulai 26 Maret, pemerintah juga akan melepas cadangan strategis nasional untuk menstabilkan pasokan energi.

Pasar saham global bergejolak. Indeks MSCI naik 0,3%, namun masih sekitar 7% di bawah puncaknya pada Februari. Indeks FTSE 100 turun 4,8% dalam lima hari terakhir. Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong masing-masing turun lebih dari 3% sejak pekan lalu.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, dengan tenor 2 tahun sekitar 3,88% dan 10 tahun sekitar 4,36%.

Pertumbuhan ekonomi Eropa menunjukkan perlambatan yang jelas, dengan ekspektasi inflasi meningkat dan gangguan rantai pasok yang semakin parah.

Untuk logam mulia, harga emas spot stabil di sekitar 4.400 dolar AS per ons.

Laporan oleh reporter NTDTV, Zheng Shengxun dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
INACA Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian Sosial Mulai Simulasi WFH untuk ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal di Tengah Arahan Presiden
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Pemprov Jatim Siapkan Strategi Terpadu untuk Mitigrasi Krisis Global
• 3 jam laludetik.com
thumb
Earth Hour 2026: Asal-usul dan Jadwal Tahun Ini
• 16 jam laludetik.com
thumb
Buntut Status Gus Yaqut, MAKI Seret Pimpinan KPK ke Dewas
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.