Liputan6.com, Jakarta - Kami bertemu di sebuah koridor kapal pesiar yang diapit deretan kamar berjajar. Dari kejauhan, pria itu melemparkan senyum. Di dekatnya, terlihat Housekeeping Trolley atau troli berisi alat dan kebutuhan untuk merapikan kabin para tamu. Sekilas, wajahnya serupa warga negara asal timur tengah.
Saat langkah kaki semakin mendekat. Pada bagian name tag tertera jelas kebangsaan pria berkulit putih itu. Bukan warga negara asing seperti dugaanku. Melainkan pemuda asli Tanah Pasundan.
Advertisement
Dia menyapa tanpa sungkan. Bekerja di perusahaan asing tak membuatnya lupa adat ketimuran. Dia menanyakan kabar dan nomor unit kabin saya dengan ramah.
"Halo, senang sekali ketemu orang Indonesia, saya siap membantu keperluan kamar selama pelayaran ini," kata Is semringah membuka obrolan kami saat itu.
Sekadar informasi, Liputan6.com diundang mengikuti preview sailing kapal pesiar Disney Adventure milik Disney Cruise Line pada awal Maret lalu di Singapura.
Kartu sebagai kunci kabin diserahkannya. Dia kemudian menjelaskan dengan detail kabin ukuran 15,7 meter persegi itu. Di sela penjelasannya, Is bercerita singkat soal pekerjaannya. Sebagai room attendant. Penuh semangat dan antusias.
Is menjadi salah satu dari 2.500-an crew di kapal itu. Sebelum tiba di Singapura, dia berlayar dengan kapal berbobot 208.108 ton ini, dari Jerman. Negara yang menjadi tempat banyak kapal-kapal milik Disney dibangun.
Setelah kapal dinyatakan resmi berlayar, Is kemudian memulai perjalanan ke Orlando, Florida, Amerika Serikat. Di sana, dia mengikuti pelayaran selama beberapa bulan sebelum akhirnya bertolak ke Singapura.
Sebelum bergabung dengan Disney, dia juga pernah bekerja di kapal pesiar lainnya. Jika ditotal, sudah hampir tiga tahun lamanya.
"Sebelum di Disney, saya juga pernah di kapal pesiar lainnya," kata Is.
Bekerja di kapal pesiar tak pernah menjadi tujuan utama Is ketika muda. Tetapi, selepas sekolah menengah, dia memang memilih melanjutkan ke lembaga pendidikan yang fokus pada bidang hospitality.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia mencoba peruntungan ke berbagai tempat dengan bidang tersebut. Tak disangka, takdir membawa perjalanan hidupnya menjadi kru di kapal pesiar.




