Dewi Perssik Buka Suara Soal Kritik THR, Sebut Total Bantuan Fantastis

eranasional.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Aksi berbagi yang dilakukan oleh pedangdut Dewi Perssik pada momen Lebaran 2026 mendadak menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas di media sosial. Niat untuk menebar kebahagiaan di kampung halamannya di Jember justru berujung pada kritik dari sebagian warganet, terutama terkait nominal bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan sosial tersebut, Dewi Perssik yang akrab disapa Depe membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada ribuan warga. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah penerima bantuan mencapai sekitar 8.400 orang, menjadikannya salah satu aksi berbagi dengan skala besar yang dilakukan oleh seorang figur publik di daerah tersebut.

Awalnya, aksi ini mendapatkan respons positif karena dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama dalam momentum Lebaran yang identik dengan berbagi. Namun, respons tersebut berubah menjadi polemik setelah muncul informasi mengenai nominal uang tunai yang diterima warga, yakni sebesar Rp15 ribu per orang.

Sejumlah warganet kemudian mempertanyakan jumlah tersebut dan membandingkannya dengan ekspektasi mereka terhadap figur publik dengan latar belakang ekonomi mapan. Kritik pun bermunculan di berbagai platform media sosial, memicu diskusi panjang mengenai standar kepantasan dalam kegiatan filantropi, khususnya yang melibatkan tokoh terkenal.

Menanggapi hal tersebut, Dewi Perssik tidak tinggal diam. Dalam beberapa kesempatan, termasuk melalui siaran langsung di media sosial, ia mengungkapkan rasa kecewanya terhadap reaksi publik yang dinilainya kurang proporsional. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk ketulusan untuk berbagi, bukan untuk mencari penilaian atau pujian.

Lebih lanjut, Depe juga membeberkan total dana yang telah ia keluarkan untuk kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa jumlah keseluruhan mencapai sekitar Rp900 juta, angka yang menurutnya tidak kecil dan merupakan hasil kerja kerasnya sebagai seorang artis.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga tidak hanya berupa uang tunai. Setiap penerima juga mendapatkan beras seberat lima kilogram. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai bantuan per orang disebut mencapai sekitar Rp100 ribu, dengan mempertimbangkan harga beras yang dibagikan.

Penjelasan ini menjadi bagian penting dari klarifikasi yang disampaikan Depe, mengingat banyak kritik yang hanya berfokus pada nominal uang tunai tanpa mempertimbangkan bentuk bantuan lainnya. Ia menilai bahwa persepsi publik menjadi tidak utuh karena informasi yang beredar tidak disampaikan secara lengkap.

Selain itu, Depe juga menjelaskan bahwa mekanisme distribusi bantuan tidak dilakukan secara langsung olehnya, melainkan melalui koordinasi dengan aparat setempat seperti RT, RW, hingga pihak kecamatan dan unsur keamanan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembagian berjalan tertib dan merata, mengingat jumlah penerima yang sangat besar.

Menurutnya, pembagian bantuan dalam skala ribuan orang membutuhkan sistem yang terorganisir dengan baik. Ia bahkan berkelakar bahwa jika harus membagikan secara langsung kepada seluruh penerima, hal tersebut akan menjadi pekerjaan yang sangat berat dan memakan waktu.

Di sisi lain, sejumlah pengamat sosial menilai bahwa polemik ini mencerminkan dinamika baru dalam era digital, di mana setiap aksi publik dapat dengan cepat menjadi bahan perbincangan luas. Mereka menilai bahwa ekspektasi masyarakat terhadap figur publik sering kali lebih tinggi dibandingkan terhadap individu biasa, terutama dalam hal kegiatan sosial.

Pengamat juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dalam kegiatan filantropi, khususnya ketika melibatkan jumlah penerima yang besar. Transparansi mengenai bentuk dan nilai bantuan dinilai dapat membantu menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Meski menuai kritik, tidak sedikit pula yang memberikan pembelaan terhadap Dewi Perssik. Sebagian publik menilai bahwa aksi berbagi dalam bentuk apa pun tetap patut diapresiasi, terlepas dari besar kecilnya nilai bantuan. Mereka berpendapat bahwa esensi dari kegiatan tersebut adalah niat untuk membantu sesama.

Fenomena ini juga memicu diskusi yang lebih luas mengenai budaya berbagi di masyarakat. Banyak pihak mengingatkan bahwa kegiatan sosial seharusnya tidak diukur semata dari nominal, tetapi juga dari dampak yang dirasakan oleh penerima. Dalam konteks ini, bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras dinilai memiliki nilai praktis yang tinggi, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi tertentu.

Selain itu, kasus ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat membentuk opini publik secara cepat dan masif. Informasi yang tidak lengkap atau terpotong dapat memicu kesalahpahaman, yang kemudian berkembang menjadi perdebatan yang lebih besar.

Bagi Dewi Perssik sendiri, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam menjalankan kegiatan sosial di ruang publik. Ia berharap ke depan masyarakat dapat melihat upaya berbagi dengan sudut pandang yang lebih bijak dan tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, aksi ini tetap menunjukkan adanya kepedulian terhadap sesama di tengah momentum Lebaran. Di saat banyak orang merayakan hari raya dengan keluarga, kegiatan berbagi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas sosial.

Pada akhirnya, perdebatan yang terjadi mencerminkan beragam perspektif di masyarakat mengenai makna berbagi. Di satu sisi, ada tuntutan akan standar yang lebih tinggi, namun di sisi lain, ada pula kesadaran bahwa setiap bentuk kebaikan tetap memiliki nilai tersendiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Bakal Naikkan Harga Patokan Mineral Nikel untuk Tambah Penerimaan Negara
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
4 Poin Tim Advokasi untuk Demokrasi soal Pergantian Kepala BAIS TNI
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Perang Iran Meluas, Remaja Tewas di Shiraz
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemudik Rasakan Dampak Pembangunan Infrastruktur di Jateng, Ini Penilaiannya
• 21 jam laludetik.com
thumb
Biaya Operasional Membengkak, INACA Ajukan Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.