Bahlil Bakal Naikkan Harga Patokan Mineral Nikel untuk Tambah Penerimaan Negara

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberi sinyal menaikkan Harga Patokan Mineral (HPM) nikel untuk mendapatkan tambahan penerimaan negara.

Hal tersebut diungkapkan Bahlil usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Rabu (25/3). Menurutnya, kebijakan itu dipertimbangkan agar negara memperoleh nilai yang lebih adil dari pemanfaatan mineral strategis tersebut.

"Kemungkinan besar HPM untuk nikel, saya akan naikkan," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Bahlil mengungkapkan Prabowo telah memberikan arahan khusus agar pengelolaan sumber daya alam mengutamakan kepentingan negara. Menurutnya, Prabowo menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis nasional, sekaligus mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor mineral.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita, sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," jelas Bahlil.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melaporkan kondisi terkini harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel. Bahlil menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut, bersamaan dengan pemerintah terus memantau dinamika pasar global.

Kendati begitu, pemerintah tetap membuka ruang relaksasi produksi batu bara dan nikel, tetapi dengan pendekatan yang terukur. Bahlil menekankan kebijakan tersebut tidak boleh memicu kelebihan pasokan yang justru menekan harga komoditas nasional di pasar global.

Bahlil yang juga menjadi Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi itu juga mengatakan akan ada tambahan 13 proyek hilirisasi dengan nilai investasi Rp 239 triliun akan dimulai pembangunannya pada bulan depan.

Bahlil melaporkan, dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.

"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp 239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Bahlil.

Selain hilirisasi, arahan Prabowo kepadanya yakni terkait mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik untuk memperkuat swasembada. Fokusnya antara lain pada etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO) sebagai bagian dari upaya mengurangi kebergantungan terhadap impor.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," tutur Bahlil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asosiasi Maskapai Usul Kenaikan Tarif Batas Atas Penerbangan Hingga 15%
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kerupuk Khas Cirebon dan Tanda Pemudik Kembali ke Jakarta
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Eksklusif! Pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, Berminat Menukangi Skuad Indonesia atau Klub BRI Super League di Masa Depan?
• 20 jam lalubola.com
thumb
Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir di Sultra Siang Ini
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kodim 0503/JB Petakan Program Gentengisasi di Kalianyar Tambora
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.