EtIndonesia. Sebuah pesawat militer Kolombia yang membawa lebih dari 100 orang jatuh saat lepas landas di daerah terpencil. Sedikitnya 66 orang dilaporkan tewas, sementara tim penyelamat masih mencari 4 orang yang hilang. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
“Pesawat itu lepas landas, lalu kami melihatnya berbalik arah dan mulai menurun. Saya berkata: ‘Ya Tuhan, pesawat itu sepertinya akan jatuh.’ Lalu kami merasakan benturan dan saya berkata: ‘Ya Tuhan, pesawat itu benar-benar jatuh,” kata seorang saksi mata, Rombarilama.
Angkatan Udara Kolombia pada Senin malam menyatakan bahwa sebuah pesawat angkut C-130 “Hercules” yang diproduksi oleh Lockheed Martin jatuh tak lama setelah lepas landas di wilayah barat daya Kolombia, dekat perbatasan Peru, tepatnya di daerah Puerto Leguízamo. Saat itu terdapat 128 orang di dalam pesawat, termasuk 11 personel angkatan udara, 115 personel angkatan darat, dan 2 anggota polisi nasional.
Menurut informasi resmi, pesawat tersebut sedang mengangkut pasukan ketika kecelakaan terjadi. Setelah benturan, pesawat terbakar dan menyebabkan amunisi di dalamnya meledak.
“Dengan sangat menyesal, akibat kecelakaan tragis ini, 66 personel militer kita telah gugur, dan saat ini proses identifikasi masih berlangsung. Di antaranya terdapat 6 anggota Angkatan Udara Kolombia, 58 anggota Angkatan Darat, dan 2 anggota Polisi Nasional. Saat ini masih ada 4 personel yang belum ditemukan,” kata Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia, Jenderal Hugo Alejandro López Barreto.
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan udara paling serius di Kolombia dalam beberapa tahun terakhir. Puing-puing pesawat tersebar di area ladang dengan asap hitam tebal membumbung. Selain tim penyelamat, warga setempat juga membantu mengevakuasi korban selamat dan memadamkan api.
Hingga kini, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Arnulfo Sánchez menegaskan bahwa kemungkinan serangan dari kelompok bersenjata ilegal telah dikesampingkan.
Setelah kejadian, Presiden Gustavo Petro menulis di platform X bahwa kemampuan tempur militer telah menurun selama 15 tahun, serta mengkritik birokrasi yang menghambat rencana modernisasi militer.
Laporan oleh reporter NTDTV, Guo Yuexi.





