Jakarta: Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 mereka. Langkah hukum ini diambil setelah CAF menganulir kemenangan Senegal dan memberikan gelar tersebut kepada Maroko akibat insiden di laga final.
“Banding FSF bertujuan membatalkan keputusan CAF dan menetapkan FSF sebagai juara Piala Afrika. Mereka juga meminta penangguhan batas waktu pengajuan dokumen banding hingga keputusan CAF disertai alasan lengkap,” tulis pernyataan resmi CAS melalui laman mereka, dikutip dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.
Baca Juga :
Gelar Juara Piala Afrika Milik Senegal Dibatalkan dan Diberikan kepada MarokoPerselisihan ini bermula dari laga final Piala Afrika 2025 di Rabat pada 18 Januari lalu. Senegal sempat melakukan aksi walk out selama 14 menit sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Maroko.
Meski akhirnya kembali bermain dan menang 1-0, CAF kemudian mengubah hasil pertandingan menjadi kekalahan 0-3 bagi Senegal. Karena dianggap melanggar aturan operasional pertandingan.
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Langkah FSF di meja hijau ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Senegal yang mendesak penyelidikan menyeluruh atas pencabutan gelar tersebut. Mereka menilai sanksi CAF terlalu berat mengingat tim tetap melanjutkan pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
CAS menyatakan bahwa panel arbitrase akan segera dibentuk untuk meninjau memori banding tersebut. Setelah panel terbentuk, pihak pengadilan akan menetapkan jadwal persidangan untuk mendengarkan argumen dari kedua belah pihak, sebelum mengeluarkan keputusan inkrah terkait status juara benua hitam tersebut.




