Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan rencana gencatan senjata dengan proposal berisi 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Tawaran gencatan senjata itu disampaikan oleh Washington kepada Teheran melalui Pakistan sebagai perantara.
Dirangkum detikcom, Rabu (25/3/20206), informasi tentang tawaran gencatan senjata itu, seperti dilansir Reuters dan Associated Press, diungkapkan pertama kali oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), yang mengutip dua pejabat AS, yang mengetahui garis besar proposal Washington tersebut.
NYT menyebut dalam laporannya bahwa tawaran gencatan senjata 15 poin dari AS itu telah disampaikan kepada para pejabat Iran, melalui Pakistan. Islamabad sendiri disebut telah menawarkan diri sebagai tuan rumah untuk negosiasi ulang antara Washington dan Teheran.
Isi dari 15 poin rencana gencatan senjata itu belum diungkapkan secara detail kepada publik.
Dalam proposal itu, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengusulkan gencatan senjata selama satu bulan. Selama periode tersebut, kedua pihak akan merundingkan perjanjian berisi 15 poin tersebut.
Channel 12 melaporkan beberapa poin utama dari rencana itu, di antaranya: Pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, menurut laporan The New York Times, belum jelas apakah Israel mendukung proposal tersebut.
Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan tanggapannya. Disebutkan Associated Press bahwa sejumlah pejabat Israel, yang menganjurkan Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran, merasa terkejut dengan langkah AS menawarkan gencatan senjata kepada Iran.
Gedung Putih juga belum menanggapi laporan-laporan media tersebut.
Namun baru-baru ini, Trump membahas kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk empat pekan terakhir. Pada Selasa (24/3), Trump mengklaim AS mencapai kemajuan dalam upaya menegosiasikan diakhirinya perang dengan Iran, termasuk memenangkan konsesi penting dari Teheran.
Sebelumnya pada Selasa (24/03), Pakistan menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan antara Washington dan Teheran.
(yld/yld)





