Jakarta: Raksasa Liga Pro Arab Saudi, Al-Ittihad, dilaporkan kembali menghidupkan minat mereka untuk memboyong bintang Liverpool, Mohamed Salah. Langkah ini diambil setelah pemain berkebangsaan Mesir tersebut secara resmi memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di Anfield pada akhir musim 2025/2026.
"Menurut laporan ESPN pada Kamis, 26 Maret 2026, Al-Ittihad telah kembali memulai pembicaraan untuk mendatangkan Salah," tulis laporan tersebut menanggapi situasi terbaru sang pemain di bursa transfer dikutip dari Antara.
Baca Juga :
Senegal Ajukan Banding ke CAS Terkait Pencabutan Gelar Piala AfrikaKlub yang berbasis di Jeddah ini sebelumnya pernah mengajukan tawaran fantastis senilai 150 juta poundsterling pada September 2023, namun ditolak mentah-mentah oleh manajemen The Reds.
Kini, dengan status Salah yang dipastikan hengkang, Al-Ittihad melihat peluang besar untuk menjadikan pemain berusia 33 tahun itu sebagai ikon baru tim. Terutama setelah kepergian Karim Benzema dari rival mereka, Al-Hilal.
Namun, upaya Al-Ittihad tidak akan mudah. Mereka diprediksi akan mendapat persaingan sengit dari sesama klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, yang juga memiliki kekuatan finansial besar.
Sementara itu, klub raksasa lain seperti Al-Nassr dan Al-Ahli dikabarkan tidak berminat masuk dalam perburuan tanda tangan "The Egyptian King".
Ilustrasi. Foto: Dok. Freepik.com.
Mohamed Salah sendiri akan meninggalkan Liverpool dengan status legenda hidup. Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, ia telah membukukan 255 gol dan menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
Di level Liga Inggris, Salah bertengger di peringkat keempat top scorer sepanjang sejarah dengan koleksi 191 gol.
Selama delapan musim berseragam Liverpool, Salah sukses mempersembahkan delapan trofi mayor, termasuk gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions.
Selain Salah, Al-Ittihad juga dikabarkan tengah mengincar gelandang Manchester United, Casemiro, demi mendongkrak posisi mereka yang saat ini tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Pro Arab Saudi.




