Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polri Tetap Siaga Puncak Arus Balik Lebaran Gelombang Kedua

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup pada pukul 24.00 WIB, dan Polri memastikan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung lancar meski terjadi lonjakan mobilitas kendaraan secara signifikan.

Namun demikian, jajaran kepolisian tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa seluruh personel masih disiagakan di lapangan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta lonjakan arus balik lanjutan.

BACA JUGA:Kemenkop Akui Ribuan Kopdes Masih Berupa Rangka, Dikebut Rampung Jul

BACA JUGA:Dituduh Sebut Kasus Korupsi Gus Yaqut 'Sesuai Prosedur', Natalius Pigai: Hoax!

"Operasi Ketupat sudah ditutup, tetapi kegiatan kepolisian tetap ditingkatkan. Semua anggota masih di lapangan untuk mengantisipasi arus balik kedua dan menjaga situasi tetap kondusif," katanya kepada awak media, Kamis 26 Maret dinihari 2026.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri mengamankan lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, transportasi penyeberangan dan publik, tempat ibadah, serta destinasi wisata.

Pada jalur arteri, kepadatan masih terjadi di sejumlah kota besar seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya akibat aktivitas silaturahmi lokal. 

Sementara di jalan tol, tercatat proyeksi kendaraan keluar mencapai 3,5 juta dan kembali sebesar 3,4 juta kendaraan.

BACA JUGA:Cek Batas Skor UTBK SNBT Kedokteran Hewan IPB, Tembus Top 100 Dunia Versi Ranking QS

BACA JUGA:1.461 Laporan Pengaduan THR Belum Beres, Hak Buruh Belum Dibayar

"Arus mudik dan balik memang padat, namun dapat dikelola dengan baik berkat kolaborasi seluruh stakeholder di bawah kendali Kapolri," ucapnya.

Puncak arus mudik 2026 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 270.315 kendaraan atau naik 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara puncak arus balik mencapai 256.338 kendaraan, meningkat 14,68 persen dari 2025.

Untuk mengurai kepadatan, Polri menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti one way nasional dan lokal, serta contra flow di sejumlah titik krusial.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pisang Hijau atau Kuning, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Tak Kemana-Mana, Buyback Turun
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sopir Mengantuk, Mobil Listrik Terjun ke Kolam Bundaran HI
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya Umumkan Perpanjangan Batas Waktu Lapor SPT Hingga Akhir April 2026
• 22 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.