Terkini, Makassar – Hotel Claro Makassar tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan pada 25–26 Maret 2026, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, jejaring, dan semangat membangun ekonomi dari para perantau Bugis-Makassar melalui Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI.
Sekitar 3.000 peserta diproyeksikan hadir dalam pertemuan tahunan yang digelar oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 di antaranya merupakan pengusaha sukses yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri.
PSBM bukan sekadar ajang silaturahmi.
Di forum ini, para saudagar bertukar pengalaman bisnis, memperluas jaringan usaha, hingga membahas peluang ekonomi masa depan.
Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi kekuatan ekonomi diaspora Bugis-Makassar yang selama ini dikenal sebagai perantau dan pelaku usaha tangguh di berbagai daerah.
Tema yang diusung tahun ini, “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh,” menggambarkan peran strategis saudagar Bugis-Makassar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun secara nasional.
Pakar ekonomi Sulawesi Tenggara, Syamsir Nur, menilai gerakan yang dilakukan KKSS menunjukkan peran yang semakin strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam mendorong ekonomi yang pro pertumbuhan, pro lapangan kerja, dan pro masyarakat kecil.
Menurutnya, konsolidasi kekuatan ekonomi yang dilakukan melalui PSBM menjadi bukti bahwa komunitas diaspora tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi daerah.
Selain agenda ekonomi dan bisnis, PSBM XXVI juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial melalui program KKSS Peduli dan KKSS Berbagi, yang menjadi bentuk kontribusi nyata organisasi kepada masyarakat.
Panitia PSBM XXVI juga akan memaparkan capaian program kerja organisasi, termasuk pembangunan sekolah unggulan KKSS yang diharapkan menjadi legacy penting organisasi dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Departemen Humas dan Media BPP KKSS, Suwardi Thahir, mengatakan pertemuan saudagar tahun ini dirancang lebih kolaboratif, tidak hanya membahas ekonomi, tetapi juga sosial dan kontribusi nyata organisasi di masyarakat.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana Ibnu Munzir menyebutkan persiapan kegiatan hampir rampung dan hanya menyisakan tahap pemeriksaan akhir untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal.
PSBM selama ini dikenal sebagai salah satu forum ekonomi berbasis kultural terbesar di Indonesia.
“Dari forum ini, banyak lahir kolaborasi bisnis, investasi daerah, hingga gerakan sosial yang melibatkan diaspora Bugis-Makassar di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, hingga industri dan ekonomi digital,”imbuhnya.
Pertemuan ini kembali menegaskan bahwa diaspora Bugis-Makassar bukan hanya dikenal sebagai perantau, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang adaptif, kontributif, dan mampu berkembang di mana pun mereka berada.
PSBM XXVI bukan sekadar pertemuan saudagar, tetapi juga momentum memperkuat jejaring ekonomi, membangun kolaborasi, dan menegaskan peran diaspora Bugis-Makassar dalam pembangunan ekonomi Indonesia.




