REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi, menegaskan keputusan Iran untuk melanjutkan kebijakan perlawanan terhadap para agresor.
“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan, dan tidak ada negosiasi yang berlangsung,” kata Araqchi, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga
Jenderal Penyikat Tambang Ilegal Resmi Jabat Pangdam Cenderawasih
Iran Tangkap 39 Agen Israel di Teheran
Arus Balik Lebaran Ramai, 89 Ribu Kendaraan Sudah Menyeberang ke Jawa
“Tidak ada negosiasi yang sedang berjalan,” tegasnya.
Araqchi mengatakan, kontak diplomatik regional memang telah terjadi. Namun posisi Teheran tidak berubah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Banyak menteri luar negeri dari kawasan telah menghubungi Teheran, tetapi posisi Iran tetap berprinsip dan tegas."
Araqchi merujuk pada upaya sejumlah negara ketiga untuk menjadi perantara guna mengakhiri agresi ilegal yang memicu balasan tegas dari Republik Islam. Namun menurutnya, jaminan internasional tidak 100 persen dapat diandalkan.
“Melalui jaminan yang kami ciptakan sendiri, tidak seorang pun akan berani lagi berperang melawan rakyat Iran,” tambahnya.
Menteri luar negeri itu juga menegaskan, gencatan senjata tanpa jaminan adalah siklus berbahaya yang hanya akan mengarah pada pengulangan perang. Musuh harus belajar agar tidak pernah lagi melancarkan serangan lain, dan kerugian yang diderita rakyat Iran harus diganti.