Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada pukul 00.00 WIB, Kamis (26/5/2026). Meski begitu Irjen Pol Agus Suryonugroho Kakorlantas Polri memastikan anggota kepolisian tetap berada di lapangan untuk mengamankan lalu lintas.
“Semua anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), termasuk juga arus balik yang kedua. Jalan Alteri yang sampai saat ini aglomerasinya cukup padat, baik di Bandung, di Bali, di Malang Raya. Kota-kota besar masih banyak yang silahturahmi lokal,” ujar Agus di Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah 2026 di Simpang Lima, Semarang, Kamis (26/3/2026).
Agus mengatakan, pihaknya masih mengantisipasi arus pergerakan masyarakat di daerah.
“Saat ini masih aglomerasi kegiatan di kampung halaman, yang dimungkinkan nanti pada tanggal 29 itu ada puncak balik yang kedua. Ini kita sudah siap,” ungkapnya.
Terkait pengelolaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Kakorlantas mengatakan cukup terkendali di tengah terjadinya kepadatan.
“Bisa mengelola arus mudik dengan puncak arus mudik yang cukup fenomenal tertinggi sepanjang sejarah adalah 270.315. Bila dibandingkan tahun lalu 2025 ada peningkatan 4,62 persen. Tahun yang lalu 258.512,” ujar Agus.
Sebelumnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri memutuskan memperpanjang masa pengamanan arus balik Lebaran 2026 selama 4 hari ke depan, melalui melalui skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). (lea/ipg)




