Akibat konflik di Timur Tengah yang menyebabkan gangguan pasokan energi, India mengalami kesulitan distribusi energi. Gas LPG yang biasa digunakan rumah tangga, pedagang kecil, dan restoran masih langka hingga kini. Masyarakat pun berupaya mengurangi ketergantungan pada tabung LPG, sehingga di beberapa wilayah terjadi fenomena mengejutkan: 400.000 unit kompor induksi terjual hanya dalam waktu 10 hari.
EtIndonesia. Di tengah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sekitar 20% pengiriman minyak dan gas dunia yang melewati Selat Hormuz terganggu akibat blokade Iran, sehingga distribusi energi global terdampak serius.
Menurut laporan NDTV, kepanikan masyarakat terhadap kelangkaan LPG mendorong mereka mencari alternatif memasak. Hal ini memicu lonjakan penjualan kompor induksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di kota satelit selatan New Delhi, Gurgaon, seorang distributor besar mencatat penjualan hingga 400.000 unit hanya dalam 10 hari.
Seorang manajer toko dari jaringan ritel elektronik di New Delhi, Gopal Agarwal, mengatakan bahwa saat ini masyarakat berbondong-bondong membeli kompor induksi dan produk sejenis. Namun, karena harga produk merek internasional relatif mahal dan biasanya tidak banyak disimpan sebagai stok, produk yang paling banyak terjual dalam lonjakan ini adalah kompor induksi buatan lokal India yang lebih terjangkau.
Ia menambahkan bahwa karena lonjakan permintaan yang tiba-tiba, banyak toko—termasuk miliknya—kehabisan stok. Meski begitu, sebagian besar toko masih menerima pemesanan, dengan waktu tunggu sekitar 5 hingga 7 hari.
Seorang warga bernama Satyam mengatakan bahwa biasanya rumah tangga menggunakan LPG untuk memasak, sementara kompor induksi hanya sesekali dipakai. Karena kekurangan LPG, keluarganya ingin kembali menggunakan kompor induksi, tetapi ternyata alat lama sudah rusak, sehingga ia harus membeli yang baru.
“Kalau tidak bisa mendapatkan yang baru, mungkin harus memperbaiki yang lama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya kompor induksi jarang dipajang di toko dan sering mendapat diskon hingga sekitar 30%. Namun sekarang, selain sulit ditemukan, produk tersebut juga tidak lagi didiskon.
Warga lain, Sunned Kumar, mengatakan bahwa kompor induksi sudah tidak tersedia di platform e-commerce, sehingga ia datang langsung ke toko fisik untuk mencoba peruntungan. Karena sulit mendapatkan LPG, keluarganya kini mulai memasak menggunakan microwave dan oven listrik.
Dalam kondisi kelangkaan LPG, masyarakat India berusaha menyesuaikan gaya hidup mereka. Beberapa restoran mulai menggunakan batu bara dan kayu bakar untuk memasak. Media India Today melaporkan bahwa beberapa kantin sekolah terpaksa menyesuaikan menu karena kekurangan LPG, sehingga makanan seperti roti panggang dan gorengan untuk sementara tidak dapat disediakan.
Sumber: CNA / Editor: Lin Qing





